ANKARA, KOMPAS.TV - Polisi menyerbut kantor partai oporisi Turki, Partai Rakyat Republik (CHP), dengan menembakkan gas air mata dan peluru partai ke pendukung dan pejabat partai.
Penyerbuan ini terjadi di kantor partai oposisi, Ankara, Minggu (25/2/2026), sekaligus menjadi akhir penuh kekerasan setelah kepimpinan partai terpilih yang ditolak pengadilan.
Pengadilan Turki malah telah menunjuk kepemimpinan untuk partai tersebut.
Baca Juga: Iran-AS Kian Dekat Capai Kesepakatan Akhiri Perang, Trump Malah Minta Negosiator Tak Buru-Buru
Kejadian ini meningkatkan ketegangan antara oposisi dan pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Dikutip dari Assoicated Press, para pendukung membarikade pintu masuk halaman dengan bus dan gedung dengan perabotan.
Polisi kemudian menembakkan gas air mata saat menyerbu, sebelum para jurnalis dievakuasi oleh polisi.
Salah satu yang bertahan di dalam gedung adalah Ozgur Ozel, ketua partai terpilih pada November 2023, tetapi diberhentikan oleh putusan pengadilan.
“Kami meninggalkan (gedung) ini sekarang hanya untuk merebutnya kembali sedemikian rupa sehingga tidak ada yang dapat ikut campur lagi,” kara Ozgel saat meninggalkan markas partai diiringi sorak sorai pendukungnya,
“Ketika kami kembali, baik pemerintahan ini maupun para kolaborator pemerintahan tidak akan berani melakukan ini lagi,” tambahnya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : Associated Press
- turki
- oposisi
- polisi menyerbu
- kantor partai opoisis
- chp
- erdogan





