Demi FIFA ASEAN Cup, India Buat Piala AFF-nya Asia Selatan Terancam Ditunda

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - India menjadi salah satu tim tamu untuk gelaran terbaru milik FIFA, FIFA ASEAN Cup dengan Indonesia sebagai salah satu tuan rumah. Keikutsertaan India ternyata mengorbankan gelaran Piala AFF-nya Asia Selatan. 

Federasi Sepak Bola Asia Selatann (SAFF) terpaksa membuka kans untuk menunda gelaran Piala AFF versi Asia Selatan, SAFF Championship karena India diundang tampil di FIFA ASEAN Cup. 

Dilansir dari laman Times of India, keputusan tersebut diambil karena India menjadi salah satu daya trik SAFF Championship. 

Pada awalnya, SAFF Championship 2026 akan digelar pada 21 September sampai 6 Oktober 2026 di mana FIFA Matchday edisi September-Oktober digelar. 

Dalam turnamen ini, enam tim peserta dari SAFF pun berkompetisi menjadi yang terbaik dengan memainkan empat pertandingan. 

Tapi dengan India yang menerima undangan dari badan sepak bola dunia untuk FIFA ASEAN Cup dengan jendela FIFA Matchday yang sama, maka SAFF memilih untuk menggelarnya pada November 2026. 

"Berdasarkan luas negara dan pasar sepak bola di negara itu, penting bagi kami untuk memiliki India di gelaran SAFF Championship," kata Sekretaris Jendeal SAFF, Purushottam Kattel, dikutip Senin (25/5/2026). 

Purushottam Kattel mengaku terus berkomunikasi dengan seluruh anggota asosiasi untuk tetap menggelar SAFF Championship pada November mendatang. 

"Kami terus berkomunikasi dengan seluruh anggota asosiasi dengan menggelar turnamen yang digelar pada November di Bangladesh," katanya.

Sayangnya, perubahan format terpaksa diambil dengan perbedaan durasi jeda internasional. Hanya dalam sembilan hari di bulan November ini, Purushottam Kattel mengaku kesulitan untuk mendapatkan turnamen yang normal seperti format liga dan babak knock out. 

Organisasi pun menyiapkan alternatif baru dengan menggelar kompetisi sebelum jeda internasional resmi dibuka.

"Kami butuh meninjau lebih jauh bagaimana proses registrasinya nanti," katanya. 

Di sisi lain, Kattel menyebut akan ada perubahan regulasi soal pemain, di mana beberapa negara seperti Pakistan, Bangladesh dan Sri Lanka memiliki regulasi kewarganegaraan ganda sehingga federasi harus mengedepankan jadwal yang nyaman bagi para pemain abroad tersebut. 

"Banyak pemain yang berada di luar negeri, khususnya bagi negara yang memiliki regulasi kewarganegaraan ganda. Banyak pemain mereka yang bermain untuk klub luar negeri, tapi kami butuh memulai turnamen lebih awal," katanya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
1.152 SPPG Masih Ditangguhkan, BGN Tegaskan Tak Ada Negosiasi Standar Kualitas MBG
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Cek Dulu, Ada 28 Gerbang Tol yang Terkena Ganjil Genap
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Persiapan Jelang Miss World, Audrey Bianca Didampingi Tim Dokter dari Korea Selatan
• 13 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Tukik Penyu Lekang dan Belimbing Dilepas di Pantai Amban
• 13 jam laludetik.com
thumb
Psikolog Soroti Persoalan Moral Pembuat dan Penyebar Konten Teror Pocong
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.