Terjual 250 Ribu Eksemplar, Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Siap Merambah Pasar Inggris hingga Mesir

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Dunia literasi Tanah Air kembali menorehkan prestasi membanggakan. Novel “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” karya penulis Brian Khrisna baru saja merayakan pencapaian luar biasa, menembus cetakan ke-100 dengan total penjualan lebih dari 250 ribu eksemplar sejak diluncurkan pada Februari 2025 lalu.

Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas. Penjualan seperempat juta kopi dalam kurun waktu satu tahun menjadikan novel terbitan Penerbit Grasindo (Gramedia Group) ini sebagai salah satu fenomena literasi terbesar di Indonesia saat ini.

Siap "Go International"

Kesuksesan di dalam negeri ternyata menjadi pintu gerbang bagi kisah Ale, tokoh utama novel ini, untuk menyapa pembaca dunia. Setelah sukses diterbitkan di Malaysia (bahasa Melayu) dan Jepang, Brian Khrisna membocorkan bahwa saat ini naskahnya sedang dalam proses untuk merambah pasar yang lebih luas lagi.

"Sekarang sedang OTW, kami mencoba l menerjemahkan ke bahasa Inggris agar lebih mudah dipasarkan ke luar negeri. Dan juga bahasa Mesir, kemarin kami sedang mencoba ke sana," ungkap Brian Khrisna di Gramedia Jalma, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026).

Langkah ekspansi ke Mesir dan pasar berbahasa Inggris ini menunjukkan bahwa isu kesehatan mental dan pencarian makna hidup yang diangkat dalam novel tersebut bersifat universal dan relevan bagi pembaca lintas negara.

Banyak yang penasaran, apa yang membuat novel ini begitu diminati hingga harus dicetak ulang berkali-kali? Brian menjelaskan bahwa kunci kekuatannya terletak pada kedekatan emosional dan akurasi cerita.

Meski naskah awalnya ditulis cukup cepat, ia menghabiskan waktu setahun untuk riset dan revisi bersama psikiater serta para penyintas depresi.

"Buku ini menyinggung sesuatu yang sensitif, tentang perasaan kesedihan orang. Oleh sebab itu, saya melibatkan profesional agar buku ini tetap pada jalannya dan tidak melenceng jauh," jelasnya.

Dedikasi inilah yang membuat pembaca merasa "dimengerti" lewat setiap lembar ceritanya. Selain itu, ia menegaskan bahwa keberhasilan menembus cetakan ke-100 dan angka penjualan yang fantastis adalah berkat loyalitas pembacanya.

"Cetakan ke-100 ini pencapaian kalian (pembaca), bukan hanya pencapaian saya saja. Ini adalah salah satu keberuntungan dan berkah yang luar biasa," tutur Brian penuh haru.

Bagi kamu yang belum sempat membaca, edisi spesial cetakan ke-100 ini kini sudah tersedia di toko buku dengan tambahan extra chapter yang melengkapi perjalanan cerita Ale. Dan jangan lupa, bersiaplah menyambut versi filmnya yang dijadwalkan tayang mulai akhir tahun 2026!(*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dirjen Imigrasi: Jatim Paling Banyak Korban TPPO, Akan Bentuk Safe Center
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Wall Street Cetak Rekor, Investor Respons Positif Perkembangan Konflik di Iran
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Ratu Sofya Ogah Promosi Film, Honor Syuting Diduga Belum Sampai ke Tangan
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Debat Kedua Caketum HIPMI, Anthony Leong Gagas Youth Development Bank
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Iran Hukum Gantung Warganya Setelah Jadi Agen Spionase AS dan Israel
• 12 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.