BANDUNG, KOMPAS- Harga cabai di Kota Bandung naik dua kali lipat menjadi Rp 120.000 per kilogram menjelang Idul Adha. Lonjakan serupa terjadi pada harga daging, bawang merah, hingga beras.
Eli Anita (60), pedagang Pasar Kosambi, Senin (25/5/2026), mengatakan, kenaikan harga cabai besar menjadi salah satu yang tertinggi. dari sebelumnya Rp 60.000 per kilogram menjadi Rp 120.000 per kg.
Selain itu, harga cabai rawit juga naik dari Rp 60.000 per kg menjadi Rp 90.000 per kg. Harga cabai keriting juga meroket, dari Rp 60.000 per kg menjadi Rp 90.000 per kg.
"Tidak ketinggalan juga harga bawang merah, dari Rp 40.000 per kg menjadi Rp 60.000 per kg, " kata Eli.
Ia menuturkan, kenaikan harga cabai dan bawang merah sudah terjadi dalam sepekan terakhir. Dia khawatir, hal ini bakal menyulitkan konsumen menjelang Idul Adha.
"Banyak pembeli yang mengeluh harganya terlalu mahal. Mereka pun mengurangi pembelian dari sekilo hanya seperempat kilo saja. Padahal, pasokannya lancar, " ungkapnya.
Selain itu, harga daging sapi juga melonjak. Dari rata-rata Rp 140.000 per kg kini Rp 150.000-Rp 160.000 per kg.
Nana (36), salah seorang warga Bandung mengaku sudah tak sanggup membeli daging sapi karena harganya terlalu mahal. "Untuk merayakan Idul Adha bersama keluarga, saya membeli daging ayam saja karena lebih murah, " tuturnya.
Sementara Rahmat Kurnia (62), pedagang beras, terpaksa menjual beras dengan kisaran harga Rp 15.000-Rp 18.000 per kg. Alasannya, kenaikan harga sudah terjadi di tingkat pemasok beras. Harga ini tidak sesuai HET yang ditetapkan pemerintah pada tahun ini, yakni Rp 13.500 per kg untuk beras biasa dan beras premium Rp 14.900 per kg.
"Tak ada lagi beras medium seharga Rp 14.000. Pemicu harga beras melonjak dipengaruhi kenaikan harga plastik dan minimnya stok (beras),” ujar Rahmat.
Untuk mengatasi lonjakan harga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar menggelar Pasar Murah 2026 di enam kabupaten/kota selama tiga hari, 20–22 Mei.
Kepala Disperindag Nining Yuliastiani mengatakan, Pasar Murah 2026 digelar di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang, Bandung, Kota Bogor, Kota Cirebon, dan Kota Tasikmalaya. Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
"Sedikitnya 6.000 pengunjung hadir memadati lokasi pasar murah di berbagai daerah untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar," kata Nining.




