LEBANON, KOMPAS.TV - Pasukan Pertahanan Israel atau IDF melancarkan serangkaian serangan udara ke sejumlah kota dan desa di wilayah Nabatieh, Lebanon selatan, pada Minggu setelah mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga.
Rekaman video menunjukkan kepulan asap tebal membumbung ke langit disertai suara ledakan yang menggema di wilayah tersebut.
Menurut media Lebanon, sedikitnya tiga orang tewas dalam serangan tersebut dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.
Sebelumnya, IDF mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga di kota Mashghara, Deir al-Zahrani, al-Sharqiya, al-Duwair, Qalaaya, Sahmar, Zabadin, Nabatieh al-Tahta, Arab al-Salim, dan Kafr al-Juz.
Militer Israel menyatakan wilayah-wilayah tersebut menjadi target “sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata oleh Hezbollah.”
Pada 15 April lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon.
Gencatan senjata itu kemudian diperpanjang 3 minggu pada 23 April dan kembali diperpanjang 45 hari setelah pembicaraan langsung pejabat Lebanon dan Israel di Washington.
Israel juga menetapkan apa yang disebut “Yellow Line” di Lebanon selatan yang melarang warga kembali ke wilayah yang masih dikuasai Israel, serupa dengan strategi yang sebelumnya diterapkan di Gaza.
Tel Aviv juga disebut berencana membentuk “zona keamanan” di wilayah Lebanon yang membentang dari perbatasan hingga Sungai Litani dan mencakup sekitar 10 persen wilayah Lebanon.
Baca Juga: Penampakan Kabel SUTET Pemicu Blackout di Sumatera
#lebanon #israel #perang #timurtengah
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- lebanon selatan
- israel
- nabatieh
- timur tengah
- perang





