TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), tengah menyiapkan skema distribusi langsung MinyaKita dari Bulog ke pedagang tanpa melalui perantara.
Skema tersebut muncul lantaran banyak pedagang yang mengeluhkan harga per liter MinyaKita yang di atas HET (Harga Eceran Tertinggi), yakni mencapai Rp 22.000.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan, Appgraid Purwanto, mengatakan, skema tersebut tengah disusun bersama Bulog agar pedagang bisa memperoleh MinyaKita dengan harga yang lebih terkendali.
"Kalau MinyaKita kan sedang diusahakan, mereka kerja sama langsung dengan Bulog ke pedagang-pedagang yang toko-toko itu," ujar Appgraid di Pasar 8 Alam Sutera, Tangerang Selatan, Senin (25/5/2026).
Baca juga: MinyaKita di Tangsel Tembus Rp 22.000 per Liter, Pedagang Pilih Jual Minyak Non-Subsidi
Dalam skema tersebut, ia menjelaskan, nantinya para pedagang daftar langsung melalui aplikasi sehingga bisa pesan langsung ke Bulog tanpa perantara.
"Bulog itu nanti sama kita kerja sama, mereka punya NIB dan daftar di aplikasi mereka sehingga bisa langsung pesan ke Bulog, jadi enggak lewat orang lagi," jelas dia.
Menurut Appgraid, saat ini sudah ada sekitar 40 toko di Tangsel mulai masuk dalam skema distribusi tersebut dan akan diperluas secara bertahap.
"Nanti dikembangkan lagi se-Tangsel. Jadi langsung daftar, langsung nanti dari Bulog dikirim," jelas dia.
Baca juga: Skatepark di Bekasi yang Dibangun Ridwan Kamil Terbengkalai, Cat Mengelupas dan Retak
Adapun stok MinyaKita, ia mengatakan bahwa saat ini sudah aman setelah sempat tersendat dalam beberapa waktu terakhir.
“Tadi orang Bulog juga bilang, mungkin stok mereka kemarin ya, hari ini mereka sudah mulai disuplai lagi,” jelas dia.
Meskipun begitu, pihaknya tetap akan melakukan pengawasan terhadap distributor dan akan terus dilakukan bersama Satgas Pangan.
Jika ditemukan pelanggaran distribusi atau permainan harga, temuan itu akan diteruskan ke kepolisian.
“Kalau memang dia ada masalah kita imbau, kalau enggak kita kasih ke Satgas Pangan yang dari Polres,” ucap Appgraid.
Baca juga: Sempat Langka, 150 Karton Minyakita Kini Tersedia di Pasar Kebon Kembang Bogor
Sebelumnya, harga minyak goreng subsidi MinyaKita di pasar tradisional Tangerang Selatan menembus Rp 22.000 per liter, melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 15.700 per liter.
Kondisi tersebut dikeluhkan para pedagang karena tingginya harga membuat mereka kesulitan menjual MinyaKita sesuai HET.
Dengan kondisi tersebut, ia berharap pemerintah kembali menggelar operasi pasar agar distribusi berjalan normal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




