Adaptasi Baru Orang Rimba di Tengah Perubahan Iklim

kompas.id
8 jam lalu
Cover Berita

Perubahan iklim dan alih fungsi lahan perlahan mengubah wajah ekosistem Bukit Duabelas, Jambi. Orang Rimba, komunitas adat yang hidup bergantung pada hutan di sana, kian sulit menjalankan tradisi lama, seperti mengumpul, berburu, dan meramu. Mereka mulai beradaptasi dengan cara baru demi keberlangsungan hidup.

Menanam dan merawat tanaman kini menjadi keseharian Tengganai Basemen, tetua adat Orang Rimba di Bukit Suban, kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas, Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Dalam lima tahun terakhir, Basemen menanam sekitar 900 batang pinang. Selain itu, ia juga membudidayakan durian, jengkol, petai, alpukat, serta sejumlah tanaman lokal lainnya.

Tengganai Basemen bersiap panen buah pinang di Taman Nasional Bukit Duabelas, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Sabtu (23/5/2026).

Tengganai Basemen memanjat pohon untuk memanen buah pinang.

Tengganai Basemen menunjukkan hasil panen buah pinang.

Sebagian tanaman kini mulai berbuah. Ukurannya besar-besar karena tanah hutan itu masih subur. Hasil pinangnya pun melimpah.

Ia biasanya menjualnya kepada pedagang di pasar terdekat. Sedangkan hasil buah-buahan, ia nikmati bersama keluarga besar.

Hasil buah pinang besar-besar karena tanah di hutan itu masih subur.

Kain belacu sebagai alat bantu Orang Rimba memanjat pohon untuk panen buah.

Kata Basemen, menjaga keberlangsungan hidup dalam rimba semakin berat di tengah perubahan iklim dan menurunnya kualitas lingkungan. Jika hanya mengandalkan hewan buruan, hasilnya takkan mencukupi.

“Binatang buruan makin sedikit dalam hutan. Buah-buahan rimba hopi tontu (tidak menentu hasilnya),” katanya, Sabtu (23/5/2026). Karena itulah, sebagian Orang Rimba mulai menempuh budidaya tanaman sebagai cara baru untuk bertahan hidup.

Hasil panen buah pinang dibawa pulang untuk dikupas.

Hasil panen buah pinang diolah bersama-sama sebelum dijual.

Para istri turut bantu mengolah hasil panen buah pinang sebelum dijual ke pasar.

Namun, sejumlah kebiasaan lama masih diterapkan Orang Rimba. Saat panen pinang, misalnya, ia tetap memanjat pohonnya.

Kebiasaan itu berbeda dengan petani di tempat lain yang umumnya memanen dengan bantuan batang galah. Cara budidaya itu menjadi keunikan tersendiri yang ada di komunitas adat tersebut.

Kondisi pondok Orang Rimba di Taman Nasional Bukit Duabelas Jambi

Beristirahat selepas panen buah-buahan.

Keluarga Tengganai Basemen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cek Dulu, Ada 28 Gerbang Tol yang Terkena Ganjil Genap
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Petaka Besar Muncul di China, Manusia Sudah Tidak Berdaya
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tawuran di Klender Ganggu Layanan TransJakarta Pagi Ini
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Fenomena Begal di Jalanan: Tantangan Penegakan Keamanan Publik
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Warga Cilegon Keluhkan Bau Menyengat dan Mata Perih Usai Dugaan Ledakan di PT Merak Chemicals Indonesia
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.