Pantau - Warga di sekitar kawasan industri Cilegon mengeluhkan bau menyengat yang menyebabkan mata perih setelah insiden dugaan ledakan di PT Merak Chemicals Indonesia.
Salah seorang warga Kampung Sumur Wuluh bernama Sawiri mengaku mendengar suara bising menyerupai embusan angin kencang selama sekitar tiga menit saat kejadian berlangsung.
Sawiri mengatakan dirinya sempat menuju lokasi kejadian namun berhenti di kawasan perbatasan jalan tol karena bau menyengat yang terasa tidak tertahankan.
"Saya setop dulu karena baunya tidak tahan. Selain bau yang menyengat, ada rasa pedas (perih) di mata. Makanya saya tidak berani merapat sampai ke sana," ungkap Sawiri.
Warga Sebut Delapan Karyawan DievakuasiDi tengah situasi tersebut, Sawiri mengaku berpapasan dengan sekitar delapan karyawan pabrik yang sedang dievakuasi keluar dari lokasi kejadian.
Ia mengaku meminta masker kepada para pekerja untuk mengantisipasi paparan gas terhadap warga sekitar.
Menurut Sawiri, berdasarkan arah angin yang berembus ke timur saat kejadian, bau menyengat diperkirakan paling kuat dirasakan masyarakat di kawasan Gerem Atas.
Perusahaan Klaim Semburan Putih Bukan Bahan KimiaMenanggapi keluhan warga, Public Relations PT Merak Chemicals Indonesia Dimas Saputra menyampaikan permohonan maaf atas kepanikan dan ketidaknyamanan yang terjadi.
Dimas mengklaim semburan putih yang terlihat dari area pabrik merupakan uap air murni dari alat steam turbine dan bukan bahan kimia.
Meski demikian, pihak perusahaan berjanji akan menginvestigasi sumber bau menyengat yang dirasakan masyarakat di sekitar lokasi.
Sebagai bentuk mitigasi, perusahaan mengaku telah mendistribusikan masker melalui perangkat RT dan RW setempat.
"Tentu kami akan bertanggung jawab kepada masyarakat. Kami sudah menyiagakan ambulans di lokasi. Apabila ada keluhan kesehatan dari masyarakat, kami berkoordinasi untuk merujuknya ke Rumah Sakit Krakatau Medika," kata Dimas.




