JAKARTA, KOMPAS.com - Tembok pembatas rel kereta api di sekitar Stasiun Klender, Jakarta Timur, diduga dijebol saat tawuran antara warga Kebon Singkong dan Cipinang Jagal, Senin (25/5/2026) pagi.
"Ada dua lubang pada tembok pembatas rel kereta api yang dijebol. Diduga lubang ini sengaja dijebol untuk memudahkan mereka keluar masuk ke Jalan I Gusti Ngurah Rai, tempat terjadinya aksi tawuran tersebut," Lurah Cipinang Muara, Komarudin melalui keterangan, Senin.
Baca juga: Polisi Sita Busur dan Petasan dalam Tawuran di Klender Jaktim
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) langsung membersihkan sisa-sisa puing bekas tawuran pada Senin pagi.
"Karena sampahnya sedikit jadi kita hanya kerahkan lima PPSU untuk membersihkan batu-batu yang berserakan di jalan," kata dia.
Sementara itu, Kasatpol PP Kota Jakarta Timur, Muhammadong mengatakan, tidak ada pelaku tawuran yang ditangkap.
Hal itu karena para pelaku tawuran langsung melarikan diri setelah petugas dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP tiba di lokasi.
"Namun petugas di lokasi kejadian berhasil mengamankan delapan anak panah dan enam selongsong petasan roket yang diduga bekas digunakan untuk tawuran," kata Muhammadong.
Sebelumnya, tawuran kembali pecah di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta Timur, Senin pagi sekitar pukul 05.00 WIB.
Dari pantauan Kompas.com, tawuran yang melibatkan warga Kebon Singkong dan Kampung Jagal telah berakhir.
Baca juga: Tawuran Pecah di Jalan I Gusti Ngurah Rai Jaktim, Warga Resah Aktivitas Terganggu
Arus lalu lintas di Jalan I Gusti Ngurah Rai dari Jatinegara menuju Pondok Kopi maupun sebaliknya terpantau lancar tanpa kemacetan.
Meski demikian, sisa-sisa tawuran masih terlihat berserakan di sekitar Stasiun Klender. Aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP juga masih tampak berjaga di kawasan tersebut.
Warga bernama Agus (bukan nama sebenarnya), mengatakan bahwa tawuran berlangsung sejak pukul 05.00 hingga 07.00 WIB.
"Awalnya setahu saya dari sebarang rel (kampung jagal) mulai menyalakan kembang api, pas itu pecah langsung tawuran," kata Agus saat ditemui di lokasi (25/5/2026).
Agus sempat melihat beberapa warga dari Kebon Singkong terkena lemparan batu saat tawuran berlangsung.
"Iya itu ada yang kena batu kepalanya, kalau meninggal enggak ada setahu saya, karena saya lihat dari jauh itu," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



