Kemendikdasmen Ungkap Sebab Guru Honorer Menumpuk: Rekrutmen ASN Minim

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengungkap penyebab banyaknya jumlah guru honorer. Dia menyebut minimnya rekrutmen guru ASN jadi penyebabnya.

Atip mengatakan, antara tahun 2006 sampai 2008 terjadi rekrutmen guru ASN dalam jumlah besar. Namun, dari 2008 sampai 2012 rekrutmen guru ASN menurun sangat tajam.

"Kemudian ada lagi rekrutmen dari tahun 2013-2014. Dari 2014 terjadi lagi penurunan yang sangat tajam sampai 2016. Melandai 2016 sampai 2018, kemudian naik lagi dan setelah itu turun lagi. Jadi ini kondisinya sehingga itu yang menyebabkan guru non-ASN gitu," kata Atip dalam diskusi Fraksi Golkar MPR RI di Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (25/5/2026).

Baca juga: Golkar Minta Pemerintah Tangani Isu Guru Honorer-Dosen, Beri Standar Gaji

Atip melanjutkan, Kemendikdasmen menyiapkan antisipasi jangka pendek untuk masalah ini. Mereka mengusulkan restrukturisasi kewenangan pengelolaan guru.

"Satu, perencanaan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pengendalian formasi dan distribusi guru dilakukan pemerintah pusat melalui Ruang Talenta Guru. Pengendalian formasi dan distribusi pendidik selain guru serta tenaga kependidikan dilakukan pemerintah daerah," jelasnya.

Sementara itu dia menyebut pengangkatan guru, pamong belajar, penilik, dan pengawas sekolah dilakukan pemerintah pusat. Kemudian penilaian kinerja, pembinaan karier, dan pengembangan profesi, penghargaan, kesejahteraan, dan perlindungan pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.

"Lima poin inilah yang kami ajukan sebagai grand design dan kami juga sudah merumuskannya ini di rancangan perubahan di Undang-Undang Sisdiknas," katanya.

Baca juga: Soroti Anggaran, Golkar Nilai Kondisi Pendidikan RI 'Lampu Merah'

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menambahkan, jumlah guru ASN pensiun dan rekrutmen guru ASN juga tidak sebanding. Angka rekrutmennya dibawa 50 persen dari guru yang pensiun.

"Setiap tahun pensiun 70 ribu tapi rekrut kita selalu di bawah 50%, artinya kan jarak antara kekosongan ini yang diisi guru honor. Jadi karena ini rekrutnya kecil, pensiun 70 ribu sementara kan butuh guru, sekolah merekrut sendiri, itu keberadaan guru honor," jelasnya.




(tsy/jbr)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Awal Pekan Ditutup Melemah ke Rp17.744 
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Mendekati Hari Raya Idul Adha Hewan Kurban di Lapak Pedagang Diperiksa
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
AS Roma finis zona Liga Champions setelah tundukkan Hellas Verona 2-0
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Polisi Selidiki Hilangnya HP Frans Putros saat Konvoi Juara Persib di Bandung
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Sejumlah Jalan dan Sekolah di Aceh, Sumut, Sumbar Belum Pulih Dampak Bencana
• 9 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.