Skatepark di Bekasi Disebut Rusak Kurang dari Sebulan Usai Diresmikan Ridwan Kamil

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com - Arena skateboard dan BMX di area Gedung Creative Center Kota Bekasi, Jalan Lapangan Serbaguna, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, disebut sudah mengalami kerusakan kurang dari sebulan setelah diresmikan.

Diketahui, fasilitas olahraga ekstrem tersebut dibangun pada masa Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan diresmikan pada 2022.

“Enggak lama setelah peresmian, mungkin enggak sampai sebulan udah pada hancur. Apalagi area bowl dari pertama bikin enggak bisa dipakai,” ujar Founder Patriot Skate Club 95 Bekasi, Ade Tri Utama (43), yang akrab disapa Odeng, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin (25/5/2026).

Baca juga: Tembok Pembatas Rel Dekat Stasiun Klender Jaktim Dijebol Saat Tawuran

Menurut Odeng, skatepark tersebut tidak layak untuk digunakan bermain skateboard sejak diresmikan.

KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Kondisi arena skateboard dan BMX di kawasan Gedung Creative Center Kota Bekasi, Jalan Lapangan Serbaguna, Bekasi Timur, Senin (25/5/2026), tampak terbengkalai dan tidak terawat.
“Dari hari pertama beroperasi memang ini skatepark enggak layak secara teknik pengerjaan dan material yang dipakai,” katanya.

Ia menyebut, komunitas skateboard hanya sempat menggunakan arena tersebut sebanyak dua kali, yakni saat perayaan Hari Skateboard Dunia dan FDR Skateboard League.

“Itu juga harus repair dan maintenance mandiri sebelum event,” kata dia.

Ia menilai konsep kawasan Creative Center sebenarnya cukup baik karena menggabungkan arena skateboard, BMX cross, gedung serbaguna, taman, hingga lapangan multiguna dalam satu kawasan.

Namun, menurut Odeng, kualitas pembangunan di lapangan tidak sesuai dengan standar skatepark profesional. Ia menyebut komunitas sempat memberikan masukan saat proses perencanaan, tetapi tidak diterapkan saat pembangunan berlangsung.

“Tapi ternyata hanya bagus di ide konsep dan gambar. Pada saat pembangunan dan eksekusinya kami komunitas enggak didengar dan diikuti,” ucap Odeng.

Ia bahkan mengaku desain skatepark tersebut merupakan hasil rancangannya. Namun, dirinya tidak dilibatkan lebih lanjut dalam proses pengerjaan proyek.

Baca juga: Harga MinyaKita Tak Sesuai HET, Pemkot Tangsel Siapkan Distribusi Tanpa Perantara

“Walaupun gambar desain dari saya, tapi saya enggak dibayar,” kata dia.

Odeng menilai, dengan anggaran yang tepat dan menggunakan kontraktor khusus skatepark, fasilitas sebesar itu seharusnya dapat bertahan hingga tiga sampai lima tahun dengan perawatan minimal.

“Padahal untuk ukuran skatepark sebesar itu, dengan anggaran Rp 1 Miliar layak buat kompetisi dan awet sampai tiga sampai lima tahun serta minim maintenance,” ujarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut dia, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah skatepark lain di Jawa Barat yang dibangun pada periode yang sama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sambut Rombongan Biksu Indonesia Walk For Peace 2026 di Yogyakarta
• 16 menit lalupantau.com
thumb
Kemenimipas Sebut Gagalkan Keberangkatan 7.414 PMI Terindikasi TPPO Sepanjang 2025
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
3 Rumah Pompa Baru Perkuat Upaya Kota Surabaya Menuju Bebas Banjir
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Pertamina Hulu Energi Targetkan Pengeboran Eksplorasi Natuna Dimulai 2026 demi Kejar Giant Discovery
• 6 menit lalupantau.com
thumb
Lewat Inovasi Digital, BNI Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor
• 7 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.