Pantau - Kebakaran gudang plastik di Jalan Peternakan Raya, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, kembali memunculkan api saat memasuki hari kedelapan proses pemadaman pada Senin dini hari.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat Syaiful Kahfi mengatakan api sempat muncul kembali meski saat ini kondisi sudah terkendali.
"Sempat menyala lagi (Senin dini hari). Sekarang sudah padam, tapi masih berasap," ungkap Syaiful.
Tumpukan Plastik Jadi Kendala PemadamanSyaiful menjelaskan tumpukan material plastik dan bahan mudah terbakar lainnya menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman kebakaran tersebut.
Menurut dia, bara api masih tersimpan di bawah tumpukan material sehingga berpotensi kembali memunculkan api dan asap.
"Itu kan masih banyak tumpukan media yang terbakar. Jadi, itu masih ngeluarin asap, karena di bawah material masih kebakar," kata Syaiful.
Petugas masih mengoperasikan satu unit ekskavator untuk membongkar tumpukan material agar air dapat menjangkau titik bara api yang terperangkap di bagian bawah.
"Kalau dia (ekskavator) kerja, baru kita semprot bagian bawahnya gitu. Apinya enggak nyebar ke bangunan lain, di situ aja," ujarnya.
Puluhan Personel Masih DisiagakanHingga saat ini, petugas masih mengerahkan empat mobil pompa, dua mobil quick response, dan sekitar 30 personel pemadam kebakaran untuk melakukan pendinginan di lokasi.
"Empat mobil pompa, dua mobil quick, kurang lebih 30 orang personel," tutur Syaiful.
Kebakaran gudang plastik tersebut pertama kali terjadi pada 18 Mei 2026 di Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, RT 06/RW 04, Kapuk, Cengkareng, Jakarta.
Seorang saksi bernama Yanto menyebut api berasal dari dalam gudang saat terjadi pergantian shift kerja.
Dalam video yang diterima ANTARA, kobaran api terlihat membesar dan membakar bagian dalam gudang hingga material plastik di lokasi ikut terbakar dan menghasilkan asap hitam tebal.
Asap pekat sempat membumbung tinggi ke udara dan memicu kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian.




