Borneo FC sebenarnya menutup musim dengan hasil impresif setelah membantai Malut United FC dengan skor 7-1 pada pekan ke-34 di Stadion Segiri, Samarinda. Namun, kemenangan besar tersebut belum cukup mengantarkan mereka menjadi juara.
Pada saat bersamaan, Persib Bandung bermain imbang melawan Persijap Jepara sehingga kedua tim mengoleksi poin yang sama di akhir musim. Meski demikian, Persib unggul head to head sesuai regulasi kompetisi dan berhak mengamankan gelar juara Super League 2025/2026.
Dilansir dari laman resmi I-League, Nadeo mengaku tidak terlalu ingin membahas hasil pertandingan terakhir. Menurutnya, performa Borneo FC sepanjang musim sudah cukup membuktikan kualitas tim.
Borneo FC tercatat sebagai tim paling produktif sepanjang musim dengan torehan 74 gol. Selain itu, mereka juga membukukan jumlah kemenangan terbanyak dibanding tim lain di liga.
“Secara statistik, secara rekor yang sudah kita capai, secara kemenangan yang sudah kita capai, siapapun pemain yang ada di dalam Best Eleven dan sebagainya dan sebagainya,” ujar Nadeo.
Nadeo menilai dominasi Borneo FC sepanjang musim membuat timnya layak menyandang status juara. Ia menyebut performa Pesut Etam sangat superior selama kompetisi berlangsung.
“Saya rasa seluruh Indonesia juga tahu kalau Borneo FC di tahun ini sangat superior dan pantas untuk mendapatkan gelar juara,” tutur Nadeo.
Meski gagal mengangkat trofi, Nadeo menegaskan seluruh pemain tetap menghormati regulasi yang telah disepakati sejak awal musim. Ia berharap Borneo FC bisa kembali bersaing dan meraih gelar pada musim berikutnya.
“Tetapi inilah sepak bola, semua harus terima karena peraturan dan regulasi yang sudah kita setujui dari awal. Kita belum bisa mendapatkan gelar juara di tahun ini, semoga di tahun ke depannya,” pungkasnya.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)





