FAJAR, BANDUNG — Rumor kepergian Bojan Hodak dari Persib Bandung mulai mengguncang peta persaingan Super League musim depan. Di tengah euforia keberhasilan Persib mencetak sejarah sebagai tim Indonesia pertama yang meraih tiga gelar liga secara beruntun, kabar mengenai masa depan pelatih asal Kroasia itu justru memunculkan kecemasan besar di kalangan Bobotoh.
Bojan Hodak memang baru saja menutup musim 2025/2026 dengan pencapaian luar biasa. Di bawah kepemimpinannya, Persib tampil sangat dominan sepanjang musim. Pangeran Biru mencatatkan 24 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan hanya tiga kekalahan.
Bahkan, Persib menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit sepanjang musim dengan hanya 22 kali kemasukan. Stabilitas permainan, kedalaman skuad, dan mental juara membuat mereka nyaris tanpa celah.
Karena itu, rumor hengkangnya Hodak jelas menjadi ancaman serius bagi kesinambungan dominasi Persib.
Kontrak pelatih berusia 55 tahun tersebut memang akan berakhir pada 31 Mei 2026. Dalam beberapa bulan terakhir, manajemen Persib Bandung sebenarnya disebut telah melakukan komunikasi intens terkait perpanjangan kontrak.
Kabarnya, manajemen bahkan telah menyiapkan kenaikan nilai kontrak untuk mempertahankan sang pelatih.
Namun hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai kesepakatan baru.
Situasi itu kemudian memunculkan spekulasi setelah jurnalis Italia, Lorenzo Lepore, melaporkan bahwa Bojan Hodak kemungkinan besar tidak akan melanjutkan pekerjaannya bersama Persib musim depan.
“Meski pembicaraan dalam beberapa bulan terakhir berjalan positif, kini tampaknya Bojan Hodak tidak akan melanjutkan tugasnya di bangku pelatih Persib Bandung musim depan,” tulis Lepore melalui akun Instagram pribadinya.
Lepore juga menegaskan bahwa alasan di balik potensi perpisahan tersebut bukan berkaitan dengan aspek teknis maupun hubungan dengan klub.
“Alasan di balik kemungkinan kepergian ini bukan berkaitan dengan urusan teknis, melainkan menyangkut kondisi pribadi sang pelatih asal Kroasia,” lanjutnya.
Jika rumor itu benar terjadi, maka Persib Bandung akan menghadapi situasi yang tidak mudah.
Sebab selama tiga musim terakhir, Bojan Hodak bukan sekadar pelatih bagi Persib. Ia telah menjadi simbol stabilitas dan keberhasilan. Filosofi bermainnya berhasil mengubah Persib menjadi tim paling konsisten di Indonesia.
Kepergian Hodak berpotensi menciptakan masa transisi yang rawan menggoyahkan performa tim.
Apalagi dalam sepak bola Indonesia, pergantian pelatih sering kali memengaruhi stabilitas ruang ganti, identitas permainan, hingga mentalitas pemain. Persib memang masih memiliki skuad berkualitas, tetapi kehilangan figur sentral seperti Hodak tentu bisa mengubah keseimbangan yang selama ini menjadi kekuatan utama mereka.
Di tengah potensi perubahan besar di tubuh Persib, klub-klub pesaing mulai membaca peluang untuk mengakhiri dominasi Pangeran Biru.
Salah satu tim yang paling menarik perhatian adalah Persebaya Surabaya.
Green Force disebut mulai membangun proyek serius untuk musim 2026/2027. Kedatangan Bernardo Tavares menjadi sinyal bahwa Persebaya tidak lagi sekadar ingin bersaing di papan atas, tetapi mulai membidik gelar juara.
Kini, rumor transfer Yuran Fernandes semakin memperkuat ambisi tersebut.
Persebaya tengah dikaitkan dengan bek jangkung PSM Makassar, Yuran Fernandes, yang disebut berpeluang besar bergabung setelah kontraknya bersama Pasukan Ramang habis pada akhir Mei 2026.
Rumor itu muncul setelah Gustavo Fernandes dipastikan hengkang dari Green Force. Bek asal Brasil tersebut hanya bertahan selama enam bulan di Surabaya sebelum akhirnya mengucapkan salam perpisahan kepada Bonek.
Kepergian Gustavo membuat sektor pertahanan Persebaya kembali menjadi fokus utama pembenahan.
Akun fanbase Persebaya, @ayo.persebaya, bahkan ikut memanaskan rumor tersebut dengan mengunggah kabar mengenai calon pengganti Gustavo.
“HOTT NEWS TRANSFER. Green Force sudah mendapatkan sosok pengganti Gustavo yang juga berposisi sebagai bek jangkung,” tulis akun tersebut.
Nama Yuran Fernandes langsung menjadi sorotan.
Bek asal Tanjung Verde itu dianggap memiliki semua karakter yang dibutuhkan Persebaya. Ia kuat dalam duel udara, memiliki jiwa kepemimpinan, dan sudah memahami atmosfer kompetisi Indonesia.
Selain itu, hubungan dekatnya dengan Bernardo Tavares menjadi faktor penting yang membuat rumor transfer ini terasa masuk akal.
Jika transfer tersebut benar terjadi, maka Persebaya bisa menjadi salah satu tim dengan fondasi pertahanan paling solid musim depan.
Apalagi Green Force diperkirakan masih akan aktif di bursa transfer untuk memperkuat beberapa sektor lainnya.
Dalam beberapa musim terakhir, masalah terbesar Persebaya memang terletak pada inkonsistensi. Mereka kerap tampil impresif dalam periode tertentu, tetapi kehilangan stabilitas saat kompetisi memasuki fase krusial.
Kehadiran Bernardo Tavares berpotensi mengubah hal tersebut.
Pelatih asal Portugal itu dikenal memiliki karakter disiplin dan kemampuan membangun organisasi permainan yang kuat. Jika diberi dukungan penuh dalam pembentukan skuad, Persebaya berpeluang besar menjadi penantang serius gelar juara.
Dan jika Persib benar-benar kehilangan Bojan Hodak, maka peta persaingan Super League musim depan bisa berubah drastis.
Dominasi yang selama ini terlihat kokoh dapat mulai goyah. Klub-klub seperti Persebaya, Persija Jakarta, hingga Bali United tentu akan mencoba memanfaatkan momentum tersebut.
Bagi Bonek, musim depan bisa menjadi awal era baru yang penuh harapan.
Sementara bagi Bobotoh, rumor kepergian Bojan Hodak kini menjadi bayang-bayang yang mengancam kesinambungan kejayaan Persib Bandung.
Sebab dalam sepak bola, mempertahankan kejayaan sering kali jauh lebih sulit dibanding merebutnya untuk pertama kali.





