IHSG Ambles 26%, Sucor Sekuritas Buka Strategi Bertahan di Pasar Bergejolak

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Sucor Sekuritas mendorong investor untuk menerapkan strategi investasi yang lebih adaptif di tengah tekanan pasar saham domestik dan meningkatnya ketidakpastian global sepanjang 2026. Langkah itu disampaikan melalui penyelenggaraan Stock Idea Festival 2026 yang digelar di Bengkel SCBD, Jakarta, pada 23 Mei 2026.

Tekanan pasar saham Indonesia sepanjang tahun ini tercermin dari pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun lebih dari 26% secara year to date (ytd) hingga bergerak di kisaran level 6.000. Kondisi tersebut juga dibarengi arus keluar investor asing yang terus berlangsung sejak awal tahun.

Ketidakstabilan ekonomi global, fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga tensi geopolitik di berbagai kawasan menjadi faktor yang memengaruhi sentimen pasar dan meningkatkan kehati-hatian investor.

CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya mengatakan investor perlu memiliki perspektif yang lebih fleksibel dalam menghadapi dinamika pasar saat ini.

“Di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan, investor dituntut untuk memiliki strategi dan perspektif yang lebih adaptif. Melalui Stock Idea Festival 2026, kami ingin menghadirkan forum yang dapat membantu investor memahami peluang sekaligus risiko pasar dengan pendekatan yang lebih objektif dan terukur,” ujar Bernadus Wijaya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (25/5/2026). 

Ia menambahkan volatilitas pasar membuat investor tidak hanya membutuhkan informasi, tetapi juga wawasan langsung dari pelaku pasar yang aktif menghadapi kondisi pasar sehari-hari.

“Pasar saham bergerak sangat dinamis dan dipengaruhi banyak faktor global maupun domestik. Karena itu, akses terhadap diskusi dan perspektif yang berkualitas menjadi penting agar investor dapat melihat market secara lebih luas dan mengambil keputusan investasi dengan lebih bijak,” tambahnya.

Mengusung tema “The Navigator: Finding Opportunities in a Turbulent Market”, konferensi investasi tersebut dirancang untuk membantu investor membaca peluang di tengah pasar yang bergejolak melalui pendekatan investasi yang lebih disiplin dan terarah.

Direktur Utama RMKE Vincent Saputra yang menjadi salah satu pendukung acara mengatakan penguatan literasi dan inklusi keuangan menjadi faktor penting bagi pertumbuhan pasar modal domestik.

Baca Juga: Pasar Modal Bergejolak, Sucor Pilih Tebar Optimisme di Hari Kebangkitan Nasional

Baca Juga: BEI Dorong Saham Indonesia Kembali Masuk FTSE dan MSCI

“Literasi dan inklusi keuangan adalah fondasi penting bagi pertumbuhan pasar modal Indonesia jangka panjang. Kami senang dapat berkontribusi dalam menghadirkan ruang bagi investor untuk belajar langsung dari para praktisi, terutama di tengah kondisi pasar yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam,” ujar Vincent.

Melalui penyelenggaraan forum tersebut, Sucor Sekuritas menyatakan ingin memperkuat edukasi pasar modal sekaligus membantu investor menjadi lebih siap menghadapi dinamika pasar global dan domestik yang terus berubah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Iran: Negaranya "sangat hati-hati" dalam berunding dengan AS
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Wamenkeu: Fundamental Kuat, Ekonomi Indonesia Jauh dari Krisis seperti 1998
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pengarusutamaan Jender dan Inklusi Sosial Bukan Sekadar Jargon
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Didukung Danantara, PaDi UMKM Telkom (TLKM) Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
MK Tutup Celah Partai Abai Kuota Perempuan
• 5 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.