Pemerintah mengungkap, kondisi ekonomi di daerah-daerah sangatlah berpengaruh pada kondisi nasional, khususnya perhitungan pertumbuhan ekonomi pada setiap tahun atau kuartal.
Airlangga Hartarto Menko Perekonomian mengatakan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029, ekonomi daerah di seluruh Indonesia harus didorong.
“Namun kita punya momentum yang tadi disampaikan sampaikan bagaimana menuju 8 persen. Nah, 8 persen ini, daerah harus terus mendorong, karena pusat itu agregat daerah. Jadi, kalau daerahnya di bawah nasional tentu dia akan menjadi bandul ke bawah. Nah, kami lihat beberapa daerah tumbuh tinggi akibat kebijakan downstreaming atau hilirisasi dari pemerintah,” kata Airlangga di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Daerah-daerah yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi adalah, Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah.
Menko Perekonomian menekankan, pemerintah harus menjaga pembangunan industri tetap sustainable.
“Kita lihat Maluku Utara negara tumbuhnya jauh dari nasional yaitu hampir 19, berapa persen. Kemudian kita lihat juga Bondowoso juga tinggi, Sulawesi Tengah, NTB, itu seluruhnya karena ekstraktif industri. Namun, kita juga harus melihat, bahwa ini ke depan harus dijaga pasca industrinya dibangun, dia harus sustainable. Namun di berbagai wilayah sektor industri dan manufaktur yang lebih menonjol,” katanya.
Tak ketinggalan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga disebut berjasa dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
“Kemudian yang terkait dengan UMKM, tentu ini sangat menunjang daerah. Ini mendukung UMKM omsetnya naik 34 persen setelah memperoleh Kredit Usaha Rakyat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) optimistis Indonesia tengah menapaki jalan yang menuju pertumbuhan ekonomi di angka 8 persen. Mukhamad Misbakhun Ketua Komisi XI DPR RI menyebut, hal ini bisa dilihat dari tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada kuartal 1 2026.
Di mana target pertumbuhan ekonomi pada 2027 mencapai 5,8 – 6,5 persen.
“Target pertumbuhan di tahun 2027 itu antara 5,8 sampai 6,5. Range ini sudah diberikan oleh Bapak Presiden. Artinya apa? Bahwa pertumbuhan menuju ke 8% ini sedang kita tapaki. Sedang kita rintis untuk menuju ke sana,” ucap Misbakhun.
Prabowo Subianto Presiden menargetkan pendapatan negara dalam APBN 2027 mencapai 11,82 hingga 12,40 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Sementara itu, belanja negara direncanakan berada pada kisaran 13,62 hingga 14,80 persen PDB guna mendukung berbagai program prioritas pemerintah.
“Dari sisi pembiayaan, defisit kita di tahun 2027, defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB. Kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,” kata Presiden.
Presiden meyakini bahwa ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen di 2027. Kemudian pertumbuhan ekonomi terus menuju 8 persen 2029.(lea/ipg)




