jpnn.com, JAKARTA - Ketua Fraksi Golkar di MPR RI Melchias Markus Mekeng berharap duit program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengambil dari postur dana pendidikan di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Hal demikian dikatakan Mekeng saat menjawab pertanyaan awak media di Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Senin (25/5).
BACA JUGA: Kelompok DPD RI di MPR Dorong Perbaikan Tata Kelola PTN dan PTS Sebagai Lokomotif Kemajuan Bangsa
Menurutnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa perlu mencari sumber pendanaan lain agar dana MBG tak mengambil dari anggaran pendidikan di APBN.
"Jadi, kalau memang program MBG terus dilaksanakan, ya, kami berharap Menteri Keuangan cari sumber pendanaan yang lain, agar program MBG tetap berjalan," kata Mekeng, Senin.
BACA JUGA: Dorong Semangat Kebangsaan, MPR Gelar Lomba Baris-Berbaris Tingkat Kaltara di Tarakan
Dia mengaku setuju dengan pelaksanaan program MBG, karena memiliki banyak manfaat bagi rakyat.
Namun, kata dia, pemaknaan pendidikan dalam APBN tak bisa diperluas, agar mengakomodasi program MBG masuk postur pembelajaran.
"Ya harus untuk pendidikan. Pendidikan itu pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Itu maknanya. Begitu, lo," ujar Mekeng.
Dia mengatakan alokasi 20 persen APBN untuk pendidikan seperti diamanatkan konstitusi harus sesuai peruntukan.
"Kalau pendidikan itu, kan, ada murid, ada guru, ada sekolahnya dan fasilitas-fasilitasnya, itu satu rangkaian, begitu," ungkapnya.
Mekeng mengatakan urusan pendidikan di Indonesia sendiri masih memiliki berbagai persoalan yang harus diselesaikan, seperti kesejahteraan guru hingga fasilitas sekolah.
Menurutnya, berbagai masalah tadi bisa dikerjakan ketika anggaran MBG tak masuk dalam postur dana pendidikan di APBN.
"Masalah-masalah yang diteriaki oleh oleh guru-guru, baik guru-guru honorer itu bisa diselesaikan, fasilitas sekolah, rumah sekolah-sekolah yang rusak semua itu bisa diselesaikan kalau anggarannya ada," katanya.
Fraksi Golkar di MPR RI, kata Mekeng, bakal menyurati Presiden RI Prabowo Subianto agar menjadikan dana pendidikan murni untuk kebutuhan pengajaran.
"Ya, mudah-mudahan surat kami bisa diterima dan ditanggapi dengan positif," ujarnya. (ast/jpnn)
Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Aristo Setiawan




