jakarta.jpnn.com - La Ode Safiul Akbar tak mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum Pimpinan Pusat PPK KOSGORO 1957.
Dia berkomitmen mengakarkan kembali KOSGORO 1957 sebagai organisasi karya sesuai tujuan sejarah dan nilai yang diwarisinya.
BACA JUGA: Bahlil Lahadalia: Golkar Harus Makin Kompak, Tidak Boleh Terpecah
“Sejatinya kemerdekaan tak hanya untuk direbut, tetapi diisi dengan karya nyata mendaulatkan kesejahteraan bangsa, bersemangatkan pengabdian, kerakyatan, dan solidaritas,” kata La Ode Safiul Akbar, Senin (25/5).
Sebagai tokoh yang juga lahir dari dunia usaha, La Ode Safiul Akbar meyakini organisasi yang besar adalah yang tidak pernah tercerabut dari akarnya.
BACA JUGA: Golkar Sebut Bahlil Lahadalia Lawan Kutukan Sumber Daya Alam
La Ode Safiul Akbar merumuskan tantangan kompetisi global, disrupsi teknologi, ketimpangan ekonomi, krisis kaderisasi, dan perubahan sosial yang sangat cepat sebagai tantangan tata kelola sumber daya baik manusia dan alamnya.
“Hal ini sangat relevan untuk dikelola KOSGORO 1957 yang tujuan dasarnya ialah mengelola bangsa yang baru merdeka agar mampu mengentaskan tantangan republik yang masih belia,” kata La Ode Safiul Akbar.
BACA JUGA: Ketua GPA Dukung Kapolda Metro Jaya Tangkap Pembuat Meme Negatif Bahlil
La Ode Safiul Akbar juga mengaku sudah direstui oleh Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.
"Ketum Bahlil sudah merestui saya maju menjadi ketum Kosgoro," jelas La Ode.
Salah satu visi La Ode Safiul Akbar ialah KOSGORO 1957 harus kembali menjadi sekolah karakter untuk menyemai kembali falsafah dasar berdirinya, dan keberpihakan pada rakyat. Visi lainnya ialah mengelola masa kini dengan solusi nyata.
“KOSGORO 1957 harus hadir di tengah persoalan bangsa. Kita harus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM, penguatan koperasi modern, literasi digital ekonomi, serta penciptaan ekosistem usaha yang berpihak pada rakyat kecil,” ujar La Ode Safiul Akbar. (jos/jpnn)
Redaktur & Reporter : Ragil




