HARIAN FAJAR, MAKASSAR – PDAM Makassar menghadapi tantangan serius akibat penurunan debit suplai air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Panaikang yang berdampak pada distribusi air bersih di kawasan Kerung-Kerung dan wilayah utara Kota Makassar. Penurunan debit ini menyebabkan terganggunya pelayanan air bersih, memaksa PDAM untuk melakukan langkah cepat dan terencana agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.
Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air (DKA) PDAM Makassar, Wahidin, menjelaskan bahwa gangguan distribusi air terjadi karena suplai air dari IPA Panaikang berkurang. “Untuk daerah Kerung-Kerung itu memang ada dampak penurunan debit akibat suplai air dari Panaikang berkurang,” katanya.
Kondisi ini tidak hanya memengaruhi Kerung-Kerung, tetapi juga sejumlah wilayah utara Kota Makassar yang selama ini menjadi pelanggan utama PDAM. Wahidin menegaskan bahwa dampak tersebut menjadi perhatian serius bagi manajemen PDAM.
Sebagai respons cepat, PDAM Makassar mengerahkan mobil tangki untuk distribusi air bersih ke wilayah terdampak serta melakukan injeksi langsung ke jaringan pipa pelanggan agar suplai air tetap mengalir. “Untuk saat ini yang telah kami lakukan yaitu pendistribusian mobil tangki dan membuat injeksi-injeksi ke jaringan distribusi,” jelas Wahidin.
Lebih lanjut, tim teknis PDAM juga melakukan pemeriksaan sistem distribusi utama di sekitar Jalan Veteran yang diduga menjadi titik penyebab distribusi air belum maksimal. “Hari ini kami melakukan pemeriksaan palet distribusi utama di sekitar Jalan Veteran sehingga memengaruhi aliran air ke pelanggan,” terangnya.
Dalam jangka menengah, PDAM menyiapkan skema pemisahan suplai jaringan antara sistem IPA Panaikang dan IPA Somba Opu agar distribusi air menjadi lebih stabil dan tidak tergantung pada satu sumber saja. “Rencananya jaringan di sana akan disuplai dari sistem lain supaya bisa dipisahkan antara pipa Panaikang dengan sistem Somba Opu,” beber Wahidin.
Distribusi BantuanUntuk wilayah Kerung-Kerung khususnya Lorong 47B dan 47C, tim Wilayah IV PDAM Makassar aktif melakukan distribusi bantuan air bersih dengan pola pengantaran setiap tiga hari sekali menggunakan mobil tangki berkapasitas 10 kubik. “Setiap hari kami membantu sekitar dua sampai tiga mobil tangki per hari, khususnya di Lorong 47B yang memang paling sering berkoordinasi meminta suplai air bersih,” katanya.
Merespons keluhan warga terkait distribusi yang dianggap belum merata, PDAM menambah jumlah armada mobil tangki. “Kalau sebelumnya satu mobil, sekarang khusus Lorong 47B kami langsung kirim dua mobil tangki agar kebutuhan warga bisa lebih terpenuhi,” jelas Wahidin.
Kepala Wilayah IV PDAM Makassar, Fitriah Gasim, menegaskan bahwa wilayah Kerung-Kerung selama ini dilayani dari sistem IPA 2 Panaikang yang kini mengalami kendala debit air baku. “Kondisi tersebut berdampak pada distribusi air ke sejumlah pelanggan sehingga kami PDAM harus melakukan langkah penanganan cepat sambil sebagai solusi jangka menengah dan jangka panjang,” jelasnya.
Sebagai solusi jangka panjang, tim teknis dari bagian Produksi dan Kehilangan Air (PKA) sedang melakukan rekayasa sistem jaringan distribusi agar wilayah tersebut tidak terlalu tergantung pada IPA 2 Panaikang. “Teman-teman di PKA saat ini berupaya melakukan perubahan sistem jaringan supaya wilayah tersebut tidak terlalu tergantung lagi pada pelayanan IPA 2 Panaikang,” katanya.
Fitriah menambahkan, “Kami mencari model jaringan yang bisa dimanfaatkan dari IPA 5 Somba Opu karena sumber airnya lebih bagus dan lebih stabil.” Dengan langkah-langkah tersebut, PDAM Makassar optimis pelayanan air bersih akan kembali normal secara bertahap.
“Insya Allah seluruh langkah ini dilakukan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat bisa segera kembali normal,” pungkasnya. (*/)




