JAKARTA, KOMPAS.com - Kelompok Tani Kampung Bayam Madani mengusulkan agar area urban farming (pertanian perkotaan) di dekat Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, tepatnya di Kampung Susun Bayam, dikembangkan menjadi agrowisata edukasi pertanian kota.
Ketua Kelompok Tani Kampung Bayam Madani, Muhammad Furqon, menilai urban farming yang dikelola pihaknya memiliki potensi menjadi ruang edukasi bagi masyarakat di tengah Jakarta.
“Ayo dong jadikan ini ada Jakarta International Stadium, ini ada petaninya, ayo kita jadikan ini adalah tempat agrowisata edukasi pertanian kota,” ucap dia kepada Kompas.com, Senin (25/5/2026).
Baca juga: Sinergi Hulu ke Hilir: Integrasi Bendungan, Sodetan, dan Pompa Kendalikan Banjir Jakarta
Ia menjelaskan, konsep tersebut dapat dikembangkan karena aktivitas pertanian di Kampung Bayam mulai menarik perhatian masyarakat, termasuk pelajar dan akademisi.
KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman Urban farming warga Kampung Susun Bayam di samping JIS, Jakarta Utara, Senin (25/5/2026)
“Lihat, akademisi ke sini, anak SD, SMP, semua ke sini, bahkan guru-guru yang jauh juga penasaran ke sini,” ujar dia.
Furqon mengatakan, area pertanian di Kampung Bayam tidak hanya menghasilkan sayuran, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran tentang pertanian kota.
Pengembangan area pertanian tersebut juga dinilai dapat memperluas aktivitas ekonomi warga.
“Di sini bibitnya kita laku, ilmu kita laku, kuliner produktif hasil pertaniannya laku, adaptasi publiknya juga laku,” kata dia.
Ia mengatakan, pertanian kota di dekat JIS memiliki potensi berkembang apabila mendapat dukungan pemerintah.
Baca juga: Sebuah Ruko di Kampung Bali Jakpus Terbakar, 19 Mobil Damkar Diterjunkan
Menurut dia, keberadaan pertanian di dekat JIS dapat menjadi contoh pembangunan kota yang tetap berdampingan dengan ruang hidup warga.
“Ini harus dimulai oleh pemerintah bagaimana paling tidak lebih men-support agar di sini juga jangkauannya lebih luas lagi,” ujar dia.
“Kampung Bayam ini sebenarnya ikon pembangunan kota yang di mana tidak seluruhnya pembangunan itu tidak mempedulikan rakyatnya,” imbuh Furqon.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang