Kloter 5 Embarkaasi Surabaya telah tiba di Arafah pada pukul 11.00 waktu Arab Saudi pada Senin (25/5/2026), dengan kedatangan secara bertahap mulai dari pukul 09.30 waktu Arab Saudi.
Selama satu jam perjalanan dari Sektor 1 menuju Arafah, delapan bus mengangkut sembilan rombongan dalam kloter tersebut, karena satu rombongan mengikuti tarwiyah. Jalan-jalan utama yang menuju ke arah Arafah juga semakin diperketat seiring pergerakan jemaah.
Pemeriksaan nusuk dilakukan oleh pihak Arab Saudi sejak dari hotel dan juga bus-bus yang menuju ke lokasi-lokasi puncak haji. Pemeriksaan ini menjadi verifikasi identitas digital wajib bagi setiap jemaah haji resmi.
Jemaah disambut dengan suhu yang cukup menyengat saat tiba di Arafah, yaitu 42 derajat Celsius, tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat jemaah untuk mengisi tenda Arafah yang sudah disediakan oleh Syarikah.
Suasana tenda-tenda untuk jemaah haji Indonesia di Arafah, pada Senin (25/5/2026). Foto: Widya suarasurabaya.netMeski sempat terdapat masalah soal tenda yang tidak sesuai dengan kapasitas, perkara itu terselesaikan kurang dari satu jam sehingga jemaah lain yang tidak tertampung berhasil mendapatkan solusi dengan menempati tenda yang lain.
Di dekat tenda jemaah sendiri terlihat ada beberapa fasilitas yang disediakan oleh Syarikah, di antaranya ada coffee break berupa kopi dan teh, buah-buahan dalam satu paket dengan snack, dan juga pembagian es krim sepuasnya untuk jemaah haji yang baru datang di tenda Arafah.
Fasilitas tersebut menjadi sambutan yang menyenangkan dan menyegarkan bagi jemaah setelah turun dari bus disambut dengan cuaca terik.
Selain itu, di tempat tidur jemaah yang sudah disiapkan oleh Syarikat, tersedia beberapa fasilitas seperti sarung bantal, seprei, termasuk juga kerikil yang sudah disiapkan untuk lontar jumrah.
Kegiatan jemaah haji hari ini di Arafah yaitu berdiam diri, beribadah, zikir sambil menunggu waktu puncak wukuf yang akan dimulai Selasa besok pukul 12.17 waktu Arab Saudi.
Dalam kloter 5 embarkasi Surabaya, Ahmad Sunhaji pemimpin ibadah kloter akan menjadi imam dan khatib puncak wukuf. Sementara Muhammad Ervan ketua ketua kloter akan menjadi bilal atau muadzin. (vve/ipg)




