Mengenal BPA, Zat Kimia di Kemasan Plastik yang Jadi Sorotan Pakar Kesehatan

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kemasan plastik sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari wadah makanan, botol minuman, hingga berbagai produk kebutuhan rumah tangga, material berbahan plastik dipilih karena praktis dan mudah digunakan.

Namun di balik kemudahannya, sejumlah pakar kesehatan mengingatkan pentingnya memahami bahan kimia yang digunakan dalam produk sehari-hari. Salah satu yang belakangan banyak menjadi perhatian adalah Bisphenol A atau BPA.

Baca Juga :
Kebakaran Gudang Kardus dan Plastik di Jakbar Belum Padam Total, Damkar Butuh 2 Hari untuk Pendinginan
Gudang Kardus dan Plastik di Jakbar Dilalap Api, 3 Orang Jadi Korban Luka

BPA merupakan senyawa kimia yang digunakan dalam pembuatan jenis plastik tertentu dan material pelapis kemasan. Dalam beberapa tahun terakhir, keberadaan BPA menjadi sorotan karena dikaitkan dengan potensi gangguan terhadap sistem hormon tubuh.

Pakar obstetri dan ginekologi Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, MD, Sp.OG menjelaskan bahwa faktor lingkungan memiliki peran penting terhadap kesehatan manusia selain faktor genetik yang dibawa sejak lahir.

“Zat-zat yang terdapat di lingkungan itu bisa mengganggu mekanisme kerja hormon,” ujarnya, dikutip Senin 25 Mei 2026.

Menurut Prof. Budi, salah satu zat yang banyak dibahas dalam kaitannya dengan hormon adalah BPA. Ia menjelaskan bahwa senyawa tersebut memiliki karakteristik yang memungkinkan cara kerjanya menyerupai hormon tertentu dalam tubuh.

“Dia bisa menyerupai hormon estrogen. Dia bisa bekerja di tempat kerjanya estrogen,” kata Prof. Budi.

Estrogen sendiri merupakan hormon yang berperan penting dalam berbagai fungsi biologis tubuh, termasuk pertumbuhan dan sistem reproduksi. Karena itu, paparan zat yang memengaruhi kerja hormon menjadi perhatian para ahli kesehatan.

Pembahasan mengenai BPA juga berkaitan dengan faktor lingkungan yang disebut dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Selain faktor genetik, pola hidup dan paparan lingkungan menjadi aspek yang mulai banyak diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan jangka panjang.

Tidak hanya itu, perhatian terhadap bahan kimia lingkungan juga semakin meningkat seiring berkembangnya kesadaran masyarakat mengenai kesehatan preventif. Mulai dari memperhatikan informasi produk, memahami material kemasan, hingga menerapkan pola hidup sehat menjadi bagian dari upaya mengurangi faktor risiko.

Dalam konteks kemasan pangan, pemerintah Indonesia juga telah memiliki aturan terkait batas migrasi BPA pada kemasan pangan sebagai bagian dari pengawasan keamanan produk.

Baca Juga :
Ngeri! Studi Baru Ungkap Kemasan Plastik Bisa Lepaskan Ribuan Ton Mikroplastik ke Makanan dan Minuman
Bisnis Kemasan Makanan Tembus Ribuan Triliun, Risiko Penggunaan Plastik Daur Ulang Disorot
Pemprov Jakarta Imbau Warga Tak Pakai Plastik Buat Bungkus Daging Kurban

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal Pembukaan Selat Hormuz
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Waka Bareskrim Polri: Sistem Kelistrikan di Sumatera Pulih Sepenuhnya, Kembali Normal 100 Persen
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Marissa Anita Diisukan Berpacaran dengan Mantan Suami Lulu Tobing, Bani Mulia
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Pemerintah Siapkan Aturan BLU Tampung Minyak Impor Rusia
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
7 Contoh Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H Cocok Dibagikan ke Medsos
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.