Halodoc Sebut Gen Z Paling Banyak Konsultasi Kulit dan Reproduksi

katadata.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

Halodoc mengungkapkan perbedaan tren konsultasi kesehatan antar-generasi pengguna. Kalangan Milenial dan Generasi X masih mendominasi penggunaan layanan kesehatan digital, sementara Generasi Z mulai aktif berkonsultasi terkait kesehatan kulit hingga reproduksi.

Chief Marketing Officer Halodoc Fibriyani Elastria menyampaikan, pengguna layanan masih banyak berasal dari kelompok usia dewasa, terutama perempuan. “Dari sisi generasi, paling banyak penggunanya itu milenial,” ujar dia dalam talkshow 10 Tahun Halodoc di Jakarta, Senin (25/5).

Ia menjelaskan, kebutuhan konsultasi kesehatan antar generasi memiliki karakteristik berbeda. Pada kelompok usia dewasa, konsultasi paling banyak berkaitan dengan penyakit pernapasan hingga keluhan umum sehari-hari.

“Biasanya memang yang dikonsultasikan terkait sama pernapasan, misalnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) itu paling banyak. Terus juga terkait penyakit umum lainnya seperti sakit kepala, demam, pilek, batuk,” Fibriyani menambahkan.

Menurut dia, tingginya konsultasi penyakit umum tersebut tidak lepas dari peran pengguna dewasa yang banyak mengurus kesehatan anggota keluarga, khususnya anak. “Yang biasa diurus yakni anak,” ujarnya,

Sementara itu, Generasi Z disebut memiliki pola konsultasi yang berbeda. Kelompok usia muda lebih banyak menggunakan layanan kesehatan digital untuk membahas persoalan kulit dan kesehatan reproduksi.

Ia menilai layanan konsultasi online memberi ruang yang lebih nyaman bagi anak muda. Khususnya untuk membahas isu-isu sensitif yang terkadang sulit dikonsultasikan secara langsung.

“Ternyata banyak sekali kebingungan terkait, misalnya periode menstruasi dan sebagainya yang terkadang mungkin agak tidak nyaman kalau dikonsultasikan tatap muka,” katanya.

Selain itu, Halodoc melihat peningkatan tren konsultasi terkait kesehatan mental dalam beberapa bulan terakhir. Menurut Fibriyani, kondisi sosial yang penuh ketidakpastian serta derasnya arus informasi menjadi salah satu pemicu meningkatnya kebutuhan layanan tersebut.

“Ada satu tren yang juga kita lihat dalam beberapa bulan terakhir itu semakin meningkat, yaitu kesehatan mental,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini banyak hal-hal yang menjadi kekhawatiran dan masyarakat tidak tahu kapan berakhirnya. Hal ini memicu banyak konsultasi terkait kesehatan mental.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kakek Mujiran Rugikan PTPN Rp 8 Juta Dibebaskan, Anggota DPR: Jangan Kejar Rakyat Kecil Terus
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Sumut Terima Pengembalian TKD Terbesar, Tito Karnavian Ungkap Alasannya
• 19 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Patahkan Dugaan Mantan Kekasih, Terungkap Hubungan Sebenarnya Wanita di Simpang Yasmin Bogor dan Pelaku Pembunuhan
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Perkenalkan Igor Tolic, Pelatih Baru Persib Bandung! Ini Alasan Pergantian Bojan Hodak
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Zodiak yang Tidak Bisa Hidup Tanpa Kopi
• 4 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.