Negosiasi Perang AS-Iran Masih Buntu, Blokade Selat Hormuz Terus Berlanjut

okezone.com
17 jam lalu
Cover Berita

ISLAMABAD - Iran dan Amerika Serikat (AS) pada Senin (25/5/2026) memberi sinyal bahwa belum akan ada terobosan dalam negosiasi untuk mengakhiri perang antara kedua negara dalam waktu dekat. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan bahwa harus ada kesepakatan yang bagus, atau Washington akan berurusan dengan Iran dengan "cara lain."

Rubio mengatakan kepada wartawan di New Delhi, India, bahwa AS akan memberikan setiap kesempatan bagi jalur diplomasi untuk berhasil sebelum mengeksplorasi langkah "alternatif". Pada Minggu (24/5/2026), Presiden Donald Trump juga menyatakan bahwa ia telah menginstruksikan perwakilannya untuk tidak terburu-buru dalam kesepakatan apa pun dengan Iran.

Ada "hal yang cukup solid di atas meja dalam hal kemampuan mereka untuk membuka selat, membuat selat tetap terbuka, serta memasuki negosiasi yang sangat nyata, signifikan, dan terbatas waktu mengenai masalah nuklir. Mudah-mudahan kita dapat mewujudkannya," kata Rubio, sebagaimana dilansir Reuters.

Baca Juga :
AS dan Iran Beri Sinyal Akhiri Perang, Ini 4 Poin yang Berpotensi Disepakati

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pada Senin bahwa Iran sedang bernegosiasi murni untuk mengakhiri perang dan saat ini tidak sedang membahas masalah nuklir. Baghaei menambahkan bahwa kerangka kerja memang telah tercapai, tetapi tidak ada yang bisa memastikan bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran akan segera terjadi. Nota kesepahaman potensial tersebut juga tidak memuat detail spesifik tentang pengelolaan Selat Hormuz, yang merupakan wilayah bagi negara-negara pesisir, katanya.

Sehari sebelumnya, Trump menulis di platform Truth Social bahwa blokade AS terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz akan "tetap berlaku sepenuhnya sampai kesepakatan tercapai, disahkan, dan ditandatangani". Ia menambahkan, "Kedua belah pihak harus meluangkan waktu dan melakukannya dengan benar."

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia turun 5 persen ke level terendah dalam dua minggu terakhir pada Senin, seiring meningkatnya optimisme pasar bahwa AS dan Iran sebenarnya semakin mendekati kesepakatan perdamaian.

Baca Juga :
Negosiasi Capai Kemajuan, Iran dan AS Susun MoU untuk Akhiri Perang

Poin-Poin Penting

Trump meningkatkan harapan akan kesepakatan yang segera terjadi pada Sabtu, (23/5/2026) ketika ia mengatakan Washington dan Teheran telah "sebagian besar menegosiasikan" nota kesepahaman tentang perjanjian perdamaian yang akan membuka kembali Selat Hormuz.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengelola Limpasan di Tengah Hujan Tropis, Tantangan Tambang Nikel di Pulau Obi
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Kronologi Cekcok Berujung Maut di Blok M, Pelaku dan Korban WN Brunei
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Buruh Indomaret Mengaku Diintimidasi jika Tolak Skema Lembur Baru
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Trimegah (UVCR) Sebar Dividen Minimalis Rp0,5 per Saham
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Legislator Gerindra Gowa Sebut Hak Angket Bukan Ajang Menjatuhkan, tapi Menjaga Amanah Rakyat
• 5 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.