Kenali Perbedaan Rem ABS dan CBS pada Motor, Mana Lebih Aman?

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Sistem pengereman menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan pengendara saat memilih sepeda motor. Dua teknologi yang paling umum digunakan saat ini yakni Combi Brake System (CBS) dan Anti-lock Braking System (ABS).

Kedua teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan keamanan saat berkendara. Kendati demikian, CBS dan ABS memiliki karakter kerja yang berbeda dalam membantu pengendara menghentikan laju kendaraan.

Secara umum, CBS lebih menitikberatkan pada pembagian tenaga pengereman yang lebih merata antara roda depan dan belakang. Sementara itu, ABS dirancang untuk mencegah roda terkunci ketika pengendara melakukan pengereman mendadak.

Melansir laman resmi Suzuki, masing-masing sistem rem memiliki keunggulan dan keterbatasan tersendiri. Oleh karena itu, pemahaman mengenai perbedaan kedua teknologi tersebut menjadi penting agar pengendara dapat menyesuaikan dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari.

Cara Kerja Sistem Pengereman

CBS bekerja dengan sistem pengereman terintegrasi. Ketika pengendara menarik tuas rem belakang, sebagian tekanan rem secara otomatis akan diteruskan ke roda depan sehingga distribusi pengereman menjadi lebih seimbang.

Pada beberapa model, sistem tersebut juga dapat bekerja sebaliknya. Teknologi ini dinilai membantu pengendara, khususnya pengguna pemula, yang belum terbiasa mengatur keseimbangan pengereman secara manual.

Baca Juga

  • Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta, Moeldoko Usulkan Ojol Jadi Prioritas
  • VinFast Buka Pre-Order Motor Listrik di RI, Harga Mulai Rp18,9 Juta
  • Ancang-Ancang Pabrikan Motor Listrik Sambut Insentif Baru

Sementara itu, ABS mengandalkan teknologi elektronik yang lebih kompleks. Sistem ini menggunakan sensor kecepatan pada roda untuk memantau putaran secara terus-menerus.

Saat sensor mendeteksi roda berpotensi terkunci akibat pengereman mendadak, modul ABS akan mengatur tekanan rem secara otomatis dalam hitungan milidetik. Proses tersebut dilakukan berulang kali agar roda tetap berputar dan traksi kendaraan tetap terjaga.

Fokus Tingkat Keamanan

Dari sisi fungsi, CBS bertujuan membantu pengendara memperoleh distribusi pengereman yang lebih stabil sehingga mengurangi potensi motor oleng akibat pembagian tekanan rem yang tidak merata.

Teknologi tersebut umumnya dirancang untuk penggunaan harian di area perkotaan dengan kecepatan rendah hingga menengah.

Di sisi lain, ABS memiliki fokus keselamatan yang lebih spesifik yakni mencegah roda terkunci saat terjadi pengereman mendadak. Dengan roda yang tetap berputar, pengendara dinilai masih dapat mengendalikan arah kendaraan saat menghindari hambatan di jalan.

Perbedaan Efektivitas Penggunaan

Dari sisi efektivitas, CBS umumnya bekerja optimal dalam kondisi berkendara normal dengan kecepatan sekitar 40–60 kilometer per jam.

Pada kondisi lalu lintas perkotaan yang padat, sistem tersebut membantu pengendara melakukan pengereman secara lebih halus. Namun, efektivitasnya dapat menurun pada kecepatan tinggi maupun kondisi jalan licin.

Sebaliknya, ABS menunjukkan kinerja yang lebih baik pada kondisi darurat maupun saat melaju dengan kecepatan tinggi.

Pada permukaan jalan basah, berpasir, atau licin, sistem ABS dapat membantu menjaga roda tetap berputar sehingga potensi kendaraan tergelincir dapat diminimalkan.

Segmen Pengguna dan Biaya

Motor dengan teknologi CBS umumnya menyasar pengguna yang mengutamakan kenyamanan serta kemudahan penggunaan harian. Sistem ini banyak digunakan pada motor matik, motor bebek, maupun kendaraan entry-level.

Selain itu, motor dengan CBS juga relatif lebih terjangkau karena menggunakan komponen mekanis yang lebih sederhana. Biaya perawatannya juga tidak jauh berbeda dibanding sistem rem konvensional.

Di sisi lain, ABS lebih banyak digunakan pada motor sport, touring, maupun adventure yang membutuhkan tingkat kontrol lebih tinggi.

Dari sisi harga, motor dengan ABS umumnya dibanderol lebih mahal karena menggunakan sensor elektronik, modul kontrol, hingga komponen hidrolik tambahan. Kendati demikian, sebagian pengendara menilai biaya tambahan tersebut sebanding dengan peningkatan tingkat keselamatan yang ditawarkan.

Secara umum, baik CBS maupun ABS menawarkan peningkatan signifikan dibandingkan sistem pengereman konvensional. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan berkendara, karakter penggunaan, hingga anggaran masing-masing pengguna.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Guru besar UI: Akuntabilitas keuangan diukur dampaknya ke masyarakat
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Kemendagri Minta Bulog Percepat Distribusi Minyak Goreng ke Papua
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Pemkot Malang terjunkan 400 petugas periksa hewan kurban
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Tim Hukum Leonardi Sambangi Solo, Minta Jokowi Jadi Saksi Proyek Satelit Kemhan
• 2 jam laludisway.id
thumb
Fenomena Begal di Jalanan: Tantangan Penegakan Keamanan Publik
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.