Pakai Skincare Approved by Beauty Vlogger Sudah Pasti Cocok dan Aman? Begini Kata Dokter

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Di era media sosial, rekomendasi skincare dari beauty vlogger atau influencer sering kali menjadi acuan utama masyarakat sebelum membeli produk perawatan kulit. Label seperti “approved by beauty vlogger A” atau viral di TikTok kerap dianggap cukup untuk membuktikan keamanan dan efektivitas suatu produk. Namun, apakah skincare yang ramai direkomendasikan di media sosial sudah pasti cocok dan aman untuk semua orang?

Dermatologist, dr. Hafiza Fikri, Sp.DVE, FINSDV, PGC, mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa popularitas sebuah produk tidak selalu sejalan dengan validitas ilmiah di dunia medis. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Baca Juga :
Kenali Risiko Masalah Kulit yang Muncul Akibat Banyak Berkeringat Saat Nge-Gym
Kelihatan Muda Terus, Ini Rahasia Kulit Kencang dan Mulus Nia Ramadhani

“Public cuma tahunya approved by A, B, C. Padahal di medis sendiri ada hierarki evidence. Informasi paling atas itu misalnya systematic study, RCT (Randomized Controlled Trial) dan lain sebagainya,” ujar dr. Hafiza saat konferensi pers dalam rangka “Isispharma Dermfluencer Movement: Influence with Impact” di Jakarta, baru-baru ini. 

Menurutnya, dokter memiliki peran penting sebagai jembatan antara science dan pemahaman publik. Karena itu, edukasi mengenai skincare dan kesehatan kulit perlu disampaikan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat tanpa meninggalkan dasar ilmiah.

“Fungsi kita di sini adalah jembatan antara science dan public understanding. Sebagai jembatan tadi kita harus memberikan informasi yang benar,” katanya.

Ia mengakui masih banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana standar informasi kesehatan yang dapat dipercaya. Karena itu, edukasi secara konsisten dinilai menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran publik.

“Yang penting itu culture untuk mengedukasinya. Jadi sikap mendidik untuk para medis memiliki dasar, itu yang paling penting,” lanjut dr. Hafiza.

Ia menambahkan, dunia dermatologi di Indonesia sebenarnya sudah memiliki pedoman dalam penggunaan media sosial bagi dokter. Bahkan, Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) telah mengeluarkan panduan terkait etika bermedia sosial untuk para dermfluencer atau influencer berlatar belakang dokter.

“Jadi kita juga punya community, bagaimana mengedukasi secara profesional, tetap sesuai etika profesi dan tetap menjaga kapasitasnya sebagai dokter,” jelasnya.

Baca Juga :
Hijrah Digital dan Influencer Agama Disebut Harus Diiringi Kedalaman Ilmu
5 Tips Mencerahkan Kulit Tubuh Hanya dengan Bodycare, Langsung Putih Instan!
Viral Rebutan Gas Whip Pink, Influencer Wanita Kini Dipanggil Bareskrim

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri Yusril: Asing Ingin Indonesia Kembali ke Era Soeharto
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Fakta-fakta Dena Desy Istri Anji yang Baru Mualaf, Dipuji Ramah dan Sangat Berpendidikan
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Dedi Mulyadi Kuras Kantong Pribadi Rp1 Miliar Demi Persib, Hasil Panen Sapi Jadi Rezeki Maung Bandung
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Borong 1.098 Sapi Kurban dari Peternak Lokal, Dorong Industri Sapi Nasional
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Jenazah Ditemukan di Bawah Flyover Djuanda Ternyata Warga Surabaya
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.