Dari Klub Bangkrut ke Liga Champions! Ini Perjalanan Como hingga Lolos Liga Champions

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

VIVA – musim ajaib Como 1907 akhirnya mencapai titik yang bahkan mungkin tak dibayangkan sebagian besar pencinta sepak bola Italia beberapa tahun lalu. Klub kecil yang sempat bangkrut itu kini resmi akan tampil di Liga Champions untuk pertama kalinya sepanjang sejarah setelah menghancurkan Cremonese 4-1 pada pekan terakhir Serie A 2025/2026.

Kemenangan di Stadio Giovanni Zini, Senin dini hari WIB, menjadi malam paling bersejarah bagi klub milik Djarum Group tersebut. Como bukan hanya menembus empat besar, tetapi juga berhasil menyingkirkan dua raksasa Italia, AC Milan dan Juventus, dari zona Liga Champions.

Baca Juga :
Kisah Legendaris: Mukjizat Istanbul 2005, Malam Liverpool Bangkit dari Kematian dan Mengguncang Dunia
Massimiliano Allegri dan Tiga Petinggi Jadi Tumbal AC Milan Gagal ke Liga Champions

Hasil itu terasa makin dramatis karena di saat bersamaan Milan tumbang 1-2 dari Cagliari, sementara Juventus hanya bermain imbang 2-2 melawan Torino dalam Derby Turin. Situasi tersebut membuat Como finis di posisi keempat klasemen akhir Serie A dengan 71 poin, unggul tipis atas Milan dan Juventus.

Inter Milan sendiri keluar sebagai juara Liga Italia dengan 87 poin setelah bermain imbang 3-3 melawan Bologna. Nerazzurri mengakhiri musim dengan keunggulan 10 angka atas Napoli yang finis sebagai runner-up.

Namun, sorotan terbesar justru mengarah ke Como. Klub yang pada 2018 berada di ambang kehancuran kini menjelma menjadi salah satu kisah paling romantis dalam sepak bola Eropa.

Perjalanan Como

Como memulai semuanya dari Serie D, kasta kelima sepak bola Italia. Setelah diakuisisi pada 2019, klub itu perlahan naik level. Mereka promosi ke Serie C, kemudian Serie B, hingga akhirnya menembus Serie A pada 2024.

Hanya dalam dua musim di kasta tertinggi Italia, Como langsung menciptakan kejutan besar. Musim lalu mereka finis di posisi ke-10. Setahun kemudian, mereka sukses merebut tiket Liga Champions.

Lebih mengejutkan lagi, pencapaian itu tidak dibangun lewat belanja gila-gilaan seperti yang dilakukan klub-klub kaya Eropa lainnya. Como justru berkembang lewat proyek jangka panjang yang rapi dan terukur.

Di tangan Cesc Fabregas, klub ini berkembang menjadi tim dengan identitas permainan yang jelas. Fabregas bukan sekadar pelatih, tetapi juga bagian dari proyek besar Como sebagai pemegang saham minoritas bersama legenda Arsenal lainnya, Thierry Henry.

Baca Juga :
Cara Fabregas Sulap Klub Milik Orang Kaya Indonesia Lolos Liga Champions
Antonio Conte Tinggalkan Napoli, Di Sini Banyak Racun
Arsenal Tutup Liga Inggris dengan Kemenangan 2-1 atas Palace, Arteta Kirim Sinyal Bahaya ke PSG

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Album Drake Kuasai Billboard 200, Termasuk yang Soroti Isu Palestina
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Trimegah (UVCR) Sebar Dividen Minimalis Rp0,5 per Saham
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Jepang Disalip China Sebagai Negara Kreditur Terbesar Kedua di Dunia
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Kaimana Papua Barat Diguncang Gempa Magnitudo 5,1
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rupiah Makin Mendekati Rp 18.000 di Ujung Mei
• 2 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.