Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso atau Busan, menyebut bahwa Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Sidomulyo, Jember, sudah berhasil melakukan ekspor kopi ke Mesir dengan nilai mencapai US$89.697.
Ekspor tersebut menjadi salah satu contoh penguatan ekonomi desa berbasis koperasi yang mulai mampu menembus pasar internasional.
"Kita sudah beberapa kali melakukan pelepasan ekspor di desa termasuk di koperasi Desa merah putih. Kemarin di Jember sudah bisa ekspor," kata Busan dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Balai Kartini, Grand Ballroom Jakarta, Senin (25/5/2026).
Busan mengatakan keberhasilan ekspor KDMP tersebuf juga tidak lepas dari dukungan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri yang membantu mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli potensial.
“Dan ekspornya difasilitasi oleh perwakilan kita. Teman teman kita yang mencarikan buyer,” katanya
Selain kopi dari Jember, pemerintah juga mendorong pengembangan produk unggulan desa lainnya melalui program Koperasi Desa Merah Putih. Produk yang didorong untuk ekspor antara lain cokelat dan gula dari sejumlah daerah.
“Kalau Kopdes itu produk coklat kemudian di Purwokerto gula. Itu kita ke desa-desa kita ajari,” ujar Menteri Perdagangan.
Baca Juga: Mendag Buka Suara soal Penutupan Alfamart-Indomaret, Benarkah Gegara Kopdes Merah Putih?
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Sedang Ramai Diburu Warga, Ada Apa?
Berbagai program pendampingan dilakukan Kemendag mencakup pelatihan desain produk, peningkatan kualitas, hingga penguatan kapasitas UMKM desa agar memenuhi standar pasar ekspor.
"Kita ajari pelatihan, kita ajari bagaimana membuat desain produk yang bagus setelah mereka siap nanti dimasukkan ke UMKM bisa ekspor," ungkap dia.





