Selat Hormuz Berpotensi Dibuka dalam 30 Hari Jika Kesepakatan AS–Iran Tercapai

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Amerika Serikat (AS) dan Iran tengah membahas rencana untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam 30 hari ke depan setelah kedua negara mencapai kesepakatan.

Selat Hormuz Berpotensi Dibuka dalam 30 Hari Jika Kesepakatan AS–Iran Tercapai. Foto: AP.

IDXChannel - Amerika Serikat (AS) dan Iran tengah membahas rencana untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam 30 hari ke depan setelah kedua negara mencapai kesepakatan. Hal tersebut dilaporkan surat kabar Nikkei pada Senin (25/5/2026) waktu setempat, dengan mengutip sumber diplomatik Timur Tengah.

Melansir Reuters, Iran akan mulai membersihkan ranjau dari selat tersebut selama periode 30 hari setelah tercapainya kesepakatan. Setelah itu, kapal dari semua negara akan dapat melintas dengan bebas dan aman, serta Iran akan menghentikan penarikan biaya transit.

Baca Juga:
Trump Klaim AS dan China Ingin Selat Hormuz Dibuka Kembali

Gencatan senjata yang disepakati pada awal April akan diperpanjang selama 60 hari, dengan rencana untuk mengadakan pembicaraan mengenai program nuklir Iran selama masa jeda dua bulan tersebut.

Washington dan Teheran telah menjalankan gencatan senjata sejak 8 April, sementara para mediator mendorong tercapainya penyelesaian melalui negosiasi. Namun, Iran masih memblokir Selat Hormuz bagi sebagian besar kapal, dan AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Baca Juga:
Harga Minyak Stabil, Kabar dari Selat Hormuz Masih Jadi Fokus

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa Iran dan AS telah mencapai kesimpulan atas sebagian besar topik pembahasan, namun memperingatkan bahwa hal ini tidak berarti penandatanganan kesepakatan sudah dekat.

Baca Juga:
UEA Bangun Pipa Minyak Baru agar Terbebas dari Penutupan Selat Hormuz

Dalam konferensi pers di Teheran, Baghaei juga menegaskan bahwa pada tahap ini Iran dan AS belum membahas isu nuklir dan fokus mereka adalah mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari.

Pejabat Iran tersebut kembali menegaskan bahwa tidak ada jaminan AS akan memenuhi komitmennya dalam kesepakatan apa pun yang mungkin tercapai, serta menyatakan bahwa Teheran tidak memedulikan ancaman.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dalih Febryan Bunuh dan Lempar Wanita Yatim Piatu dari Tol BORR: Sakit Hati
• 15 jam laludetik.com
thumb
Geledah Pacitan, KPK Periksa Ibu Rumah Tangga usut Aliran Duit Sugiri Sancoko
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Apa Itu Family Office? Manuver Baru Prabowo untuk Bikin Indonesia Lebih Kaya dan Kompetitif
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Danantara Bentuk Holding Baru: Kawasan Industri Indonesia
• 36 menit lalukatadata.co.id
thumb
Rupiah Kian Melemah, Pengamat: Perbankan Dibayangi Risiko Likuiditas hingga Kredit Macet
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.