Seberapa Besar Lonjakan Mahasiswa Baru dari Jalur Mandiri PTN?

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita
  1. Seberapa Besar Lonjakan Mahasiswa Baru dari Jalur Mandiri PTN?
  2. Bagaimana Cara PTN Memperbesar Daya Tampungnya?
  3. Bagaimana Dunia Kerja Menilai Lulusan PTN dan PTS?
  4. Benarkah Subdisi Negara untuk PTNBH Berkurang?
Seberapa Besar Lonjakan Mahasiswa Baru dari Jalur Mandiri PTN?

Untuk mengetahui tren mahasiswa baru yang masuk lewat jalur mandiri, Kompas menganalisis tren mahasiswa baru yang tercatat di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) Kemendiktisaintek periode 2014-2025. Diketahui, proporsi jalur seleksi mandiri di sejumlah perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir.

Sebanyak 15 dari 22 PTNBH yang dianalisis menunjukkan tren kenaikan porsi jalur mandiri. Sementara itu, tujuh PTNBH lainnya mengalami penurunan, seperti IPB University yang turun dari 28,8 persen pada 2023 menjadi 21,4 persen pada 2025.  

Kenaikan paling drastis terjadi di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), yakni dari 29,2 persen pada 2023 menjadi 55,8 persen pada 2025, disusul Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) yang meningkat sekitar 46 persen.

Adapun Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) konsisten mencatatkan porsi jalur mandiri di atas 60 persen selama tiga tahun terakhir.

Padahal, Permendikbudristek No 62/2023 mengatur alokasi daya tampung jalur masuk seleksi mandiri untuk PTNBH maksimal 50 persen, sedangkan jalur reguler berbasis tes minimal 30 persen, dan jalur reguler berbasis prestasi minimal 20 persen.

Baca JugaKualitas Dipertaruhkan: PTN Makin Gemuk, PTS Menyusut
Bagaimana cara PTN Memperbesar Daya Tampungnya?

Dari analisis Kompas terhadap data PDDikti Kemendiktisaintek, jumlah program studi (prodi) pada beberapa PTNBH meroket dalam sepuluh tahun terakhir. Ini menjadi strategi kampus untuk meningkatkan daya tampungnya, di tengah tingginya minat warga yang ingin kuliah di PTNBH.

Sebanyak 22 PTNBH rata-rata menambah 21,7 prodi baru sepanjang 2014-2024, baik di jenjang D-3, D-4, maupun S-1. Universitas Negeri Padang tercatat paling banyak membuka prodi baru, yakni 43 prodi, disusul Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan 42 prodi baru. 

Penambahan jumlah prodi baru oleh PTNBH dikonfirmasi Wakil Rektor I Unesa Martadi. Menurut Martadi, PTNBH diberi otonomi untuk membuka ataupun menutup suatu prodi.

Pembukaan prodi di Unesa dilakukan sebagai strategi untuk menambah jumlah mahasiswa dan menambah pemasukan tanpa harus menambah rombongan belajar (rombel), menyusul tuntutan sebagai PTNBH yang harus mulai mandiri secara finansial.  

”Besarnya jumlah mahasiswa di Unesa bukan semata karena suatu prodi menambah rombel, melainkan karena pembukaan prodi baru, dari 90 prodi menjadi hampir 180 prodi sekarang,” katanya.

Baca JugaKejar Pendapatan, Kampus Negeri Gencar Buka Prodi Baru
Bagaimana Dunia Kerja Menilai Lulusan PTN dan PTS?

Dunia kerja tak jauh berbeda menilai lulusan PTN dan PTS. Bahkan, lulusan PTS gajinya sedikit lebih tinggi dibandingkan lulusan PTN.

Tim Jurnalisme Data Harian Kompas mengolah data mikro Survei Angkatan Kerja Nasional Badan Pusat Statistik Tahun 2025. Hasilnya menunjukkan, 21 persen lulusan PTS usia 20-25 mendapat pekerjaan formal pertama kalinya dalam waktu kurang dari satu bulan, sedikit lebih tinggi dibandingkan lulusan PTN yang sebesar 19,2 persen.

Di kelompok yang sama, persentase lulusan PTS yang mendapat pekerjaan dalam 2-3 bulan setelah lulus juga lebih tinggi, yakni 34,7 persen, dibandingkan dengan lulusan PTN sebesar 28,7 persen. 

Dari sisi gaji, lulusan PTS juga sedikit lebih unggul. Di kelompok umur 20-25 tahun dengan status pekerjaan pengusaha formal dan pegawai formal, rerata gaji lulusan PTS Rp 2,5 juta, sedangkan jebolan PTN hanya Rp 2 juta.  

Baca JugaKetika Lulusan PTS Gajinya Lebih Besar
Benarkah Subdisi Negara untuk PTNBH Berkurang?

Di tengah ekspansi daya tampung mahasiswa, sejumlah PTNBH mengalami tekanan keuangan, menyusul menurunnya tren alokasi dana dari pemerintah. Selama ini, PTNBH masih menerima bantuan pendanaan PTNBH dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Menyusutnya subsidi dari negara untuk setiap mahasiswa di PTNBH selama satu dekade terakhir berpotensi meningkatkan ketergantungan kampus pada uang kuliah yang ditanggung mahasiswa.

Analisis Tim Jurnalisme Data Harian Kompas terhadap laporan keuangan 20 PTNBH menunjukkan, porsi pendapatan yang bersumber dari uang kuliah tunggal (UKT) dan kegiatan akademik terus membesar dalam satu dekade terakhir.

Di Universitas Gadjah Mada, misalnya, rasio pendapatan akademik terhadap total pendapatan, yakni pendapatan dari pemerintah dan pendapatan dari proses akademik, meningkat dari 49 persen pada 2015 menjadi 68 persen pada 2024. Pola serupa terlihat di 12 dari 20 PTNBH yang datanya tersedia.

Universitas Indonesia (UI) mencatat rasio tertinggi secara konsisten, dari sekitar 70 persen pada 2015 menjadi 77 persen pada 2024. Artinya, mayoritas pendapatan UI ditopang oleh mahasiswa, yakni dari setiap Rp 10 pemasukan, sebanyak Rp 7-Rp 8 berasal dari mahasiswa.

Baca JugaSubsidi Negara Menyusut, Biaya Kuliah Bertambah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usut Laporan Pasutri, Polisi Ungkap Fakta Dugaan Penipuan WO Marwah
• 6 menit laludisway.id
thumb
Podium Media Indonesia: Dari Langit ke Bumi
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
SPJM Kawal Verifikasi Stasiun Radio Boom Baru Tanjung Buyut, Perkuat Keselamatan Pelayaran
• 36 menit laluterkini.id
thumb
Jumlah Hewan Kurban di Bone Bolango Meningkat Tahun Ini
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Seorang Pendaki Tewas Tersambar Petir di Puncak Gunung Monrolo
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.