Pantau - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengusulkan penerima beasiswa atau awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari jurusan tertentu diberi pengecualian untuk bekerja di luar negeri setelah menyelesaikan studi.
Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Badan Layanan Umum Kementerian Keuangan bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin.
Misbakhun menilai kebijakan itu perlu dipertimbangkan terutama bagi bidang keilmuan yang belum memiliki ekosistem dan lapangan pekerjaan memadai di Indonesia.
“Untuk jurusan-jurusan misalnya yang sangat advance, dan di Indonesia tidak ada jurusan itu dan lapangan pekerjaannya juga tidak ada, forum pengabdiannya mereka kepada masyarakat tidak ada. Berikanlah mereka exemption, berikanlah mereka kesempatan untuk menjadi bagian dari kemajuan di dunia,” kata Misbakhun.
Bidang Robotik dan Biomolekuler Diusulkan Dapat PengecualianMisbakhun mencontohkan sejumlah bidang seperti robotik, coding, dan biomolekuler yang dinilai layak memperoleh pengecualian dari kewajiban kembali ke Indonesia.
Menurut dia, kesempatan bekerja di luar negeri dapat membantu para penerima beasiswa berkembang di pusat-pusat inovasi global.
“Contoh jurusan robotik, coding, biomolekuler, dan jurusan-jurusan seperti itu menurut saya harus diberikan exemption. Kita tidak bisa Pak semuanya harus kita ratakan, harus balik, seperti itu,” ujarnya.
Ia memandang keberadaan talenta Indonesia di luar negeri juga menjadi bagian kontribusi bangsa terhadap perkembangan peradaban dunia.
Meski demikian, Misbakhun tetap mendukung langkah LPDP dalam memperkuat nasionalisme dan ideologi para penerima beasiswa.
LPDP Fokus Salurkan Talenta ke Sektor StrategisSementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama LPDP Yon Arsal mengatakan pihaknya tengah memperkuat pengelolaan talenta nasional jangka panjang dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Menurut Yon, LPDP kini tidak hanya fokus mengirim mahasiswa untuk menempuh pendidikan, tetapi juga memastikan lulusan dapat ditempatkan di sektor strategis yang dibutuhkan negara.
“Jadi kita tidak fokus hanya mengirimkan orang sekolah, tapi juga memilihkan satu sesuai dengan jurusan yang diinginkan oleh pemerintah, lulusannya untuk di bidang-bidang strategis. Kemudian kalau memungkinkan juga tentu disalurkan ke tempat-tempat yang memang dibutuhkan oleh negara,” jelas Yon.
LPDP juga disebut telah bekerja sama dengan sejumlah kampus dan institusi pendidikan untuk memperkuat penyaluran alumni ke dunia kerja yang relevan dengan bidang keilmuan mereka.




