Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI sekaligus Ketua Komite Sekolah Pilar Muda, Johan Rosihan menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Johan saat menjadi narasumber dalam talkshow Meet The Leaders yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Sekolah Pilar Muda, yang digelar di La Grande Ballroom, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (24/5). Selain Johan Rosihan, forum dialog tersebut juga menghadirkan Sherly Annavita Rahmi sebagai pembicara.
Dalam pemaparannya, Johan menjelaskan bahwa lahirnya Sekolah Pilar Muda berawal dari hasil angket kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang menunjukkan adanya kebutuhan besar anak muda Sumbawa terhadap ruang interaktif untuk menyampaikan gagasan dan pandangan mereka.
"Banyak generasi muda yang ingin terlibat langsung dalam proses perubahan sosial, tetapi belum memiliki ruang yang memadai untuk mengembangkan potensinya," ujar Johan dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, Sekolah Pilar Muda kemudian dirancang sebagai ruang pembelajaran yang netral dari kepentingan politik dan fokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, serta kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar.
Johan menegaskan, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman. Anak muda, kata dia, harus mampu mengambil peran sebagai pelaku utama pembangunan bangsa di tengah perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta dinamika ekonomi dan politik global yang terus bergerak cepat.
Sementara itu, Sherly Annavita Rahmi menyoroti pentingnya literasi digital dan etika bermedia sosial di era digital saat ini. Menurutnya, media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai ruang edukasi, pengembangan diri, hingga sarana menciptakan perubahan sosial.
"Media sosial jangan hanya dijadikan tempat hiburan semata, tetapi juga ruang belajar dan membangun dampak positif," kata Sherly.
Diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta diajak memahami pentingnya kepemimpinan, nilai kebangsaan, ketahanan pangan, kepedulian lingkungan, hingga kontribusi nyata pemuda dalam kehidupan sosial masyarakat.
Menjadi Ruang Dialog Generasi Muda
Kegiatan Meet The Leaders merupakan hasil kerja sama MPR RI dan MY Institute. Acara tersebut dihadiri pelajar dan pemuda dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa yang tergabung sebagai delegasi terpilih Sekolah Pilar Muda.
Forum tersebut menjadi ruang dialog antara generasi muda dan tokoh nasional untuk membahas berbagai isu strategis terkait kepemimpinan, kebangsaan, tantangan generasi muda, hingga pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 Wita dengan pemutaran bumper opening dan penampilan tari kreasi. Suasana semakin semarak melalui pemutaran video profil Sekolah Pilar Muda serta pengenalan delegasi yang telah melewati tahapan seleksi dan pembinaan.
Acara kemudian dipandu MC Subhan Azharullah sebelum seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai persatuan dan nasionalisme.
Kepala Sekolah Pilar Muda, Miftahul Arzak dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sekolah Pilar Muda hadir sebagai wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian sosial.
Ia menilai kondisi demografi Kabupaten Sumbawa yang didominasi Generasi Z dan Generasi Alpha menjadi peluang besar apabila dipersiapkan dengan baik.
Namun, menurutnya, bonus demografi juga dapat berubah menjadi tantangan apabila generasi muda kehilangan arah di tengah derasnya perkembangan teknologi dan media sosial.
"Rendahnya literasi, budaya instan, kecanduan media sosial, pengangguran muda, hingga menurunnya kepedulian sosial menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama," ujarnya.
Melalui program Sekolah Pilar Muda, para delegasi tidak hanya mengikuti diskusi, tetapi juga didorong melakukan riset, menulis esai, dan memahami langsung persoalan lingkungan, pangan, serta sosial di daerah masing-masing.
Hasil pemikiran para peserta nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi untuk disampaikan kepada pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Sumbawa.
Selain itu, proyek sosial para delegasi juga akan didampingi selama satu tahun sebagai bentuk pembinaan kepemimpinan yang berkelanjutan.
Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah prosesi penyematan pin kepada seluruh delegasi Sekolah Pilar Muda. Penyematan dilakukan langsung oleh Johan Rosihan bersama Miftahul Arzak dan Sherly Annavita Rahmi.
Para delegasi dipanggil satu per satu berdasarkan regional, mulai dari Regional 1 hingga Regional 10. Prosesi tersebut menjadi simbol tanggung jawab dan komitmen peserta sebagai bagian dari generasi muda yang siap mengambil peran dalam pembangunan masyarakat dan daerah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pidato perwakilan delegasi yang disampaikan Remon Aksa Dinata.
Dalam pidatonya, Remon mengajak generasi muda Sumbawa untuk tidak hanya aktif berdiskusi, tetapi juga mampu menghadirkan tindakan nyata bagi masyarakat dan daerah.
Menurutnya, Sekolah Pilar Muda lahir dari keresahan terhadap banyaknya gagasan yang berhenti di ruang diskusi tanpa aksi nyata di lapangan.
Karena itu, melalui program tersebut para delegasi dibentuk menjadi generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian terlibat langsung dalam persoalan daerah.
Ia menjelaskan, selama masa karantina peserta mendapatkan pembekalan berupa pelatihan kepemimpinan, simulasi persidangan, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan terkait isu lingkungan, pendidikan, dan tata kelola wilayah di Kabupaten Sumbawa.
Selain itu, para delegasi juga berkomitmen menjalankan proyek sosial yang berfokus pada regenerasi petani dan penyelenggaraan Festival Pilar Muda sebagai upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus melestarikan budaya daerah.
Kegiatan Meet The Leaders Sekolah Pilar Muda ditutup dengan doa yang dipimpin Rafly Akbar Hikmawan. Acara resmi berakhir pada pukul 11.41 Wita dengan harapan lahirnya generasi muda Kabupaten Sumbawa yang tidak hanya unggul dalam pemikiran, tetapi juga mampu menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat, daerah, dan masa depan Indonesia.
(ega/ega)





