IHSG Dibuka Melemah Hari Ini, Berpotensi Bergerak Variatif di 5.880-6.220

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi bergerak variatif di tengah pelaku pasar mencermati kebijakan ekspor satu pintu komoditas Sumber Daya Alam (SDA), Selasa (26/5/2026).

Pada pembukan perdagangan hari ini, IHSG dibuka melemah 4,55 poin atau 0,07 persen ke posisi 6.201,80 dan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,83 poin atau 0,29 persen ke posisi 629,38.

Maximilianus Nico Demus alias Nico Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas memaparkan, secara teknikal IHSG masih berpotensi bergerak dalam rentang terbatas dengan support dan resistance 5.880 – 6.220.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 5.880 – 6.220,” kata Nico di Jakarta, Selasa (26/5/2026) seperti dilaporkan Antara.

Sementara itu, dari dalam negeri Airlangga Hartarto Menko Perekonomian menyatakan kebijakan ekspor satu pintu komoditas SDA melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan diterapkan bertahap mulai 1 Juni 2026 dan berlaku penuh pada 1 Januari 2027.

Dengan rincian pada tahap awal akan mencakup ekspor CPO, batu bara, dan feronikel, dengan PT DSI dicantumkan sebagai co-exporter dalam sistem Indonesia National Single Window (INSW).

Selama masa transisi, perusahaan diberi kesempatan untuk mengekspor lewat mitra dagang masing-masing, dengan ketentuan tidak boleh ada manipulasi harga.

Langkah ini bertujuan memperbaiki tata kelola ekspor SDA dan mengurangi perbedaan data perdagangan Indonesia dengan negara mitra, seperti AS dan China yang selama ini mencapai puluhan miliar dolar AS.

Nico menilai kebijaan tersebut sebagai upaya pemerintah memperketat kontrol devisa dan transparansi perdagangan komoditas strategis.

Adapun dalam jangka pendek, pelaku pasar dinilai akan menanggapi dengan hati-hati. Hal ini disebabkan karena pelaku usaha harus menyesuaikan proses administrasi dan skema ekspor baru, sehingga berpotensi menambah biaya kepatuhan, serta memunculkan kekhawatiran efisiensi.

“Namun jika implementasi berjalan baik, kebijakan ini dapat memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan global, meningkatkan akurasi penerimaan negara, serta meminimalkan praktik under invoicing atau transfer pricing,” ujar Nico.

Menurut Nico, dampaknya akan paling terasa pada emiten batu bara,minyak kelapa sawit (CPO), dan nikel, karena investor akan mencermati apakah skema baru ini memperlancar tata niaga atau justru memperlambat arus ekspor dan cash flow perusahaan.

Perbedaan perspektif tersebut yang diharapkan dapat dijembatani agar pelaku pasar dan investor tidak merespon negatif secara berkelanjutan.

“Selain itu, image pemerintah yang mengalami penurunan, juga menjadikan pelaku pasar dan investor selalu melihat sesuatu yang negatif terkait dengan kebijakan yang mulai diterapkan ini. Hal ini yang membuat IHSG dan pasar obligasi terus merana, menguat tapi tak berdaya seperti kurang bergairah,” tutur Nico.

Lalu dari mancanegara, pengaruh konflik geopolitik di Timur Tengah masih mengintai. Dari kabar terbaru, Donald Trump Presiden Amerika Serikat mengatakan bahwa negosiasi antara negaranya dengan Iran berjalan dengan baik dan sedikit lagi akan mencapai kesepakatan untuk membuka Selat Hormuz.

Sementara itu, dari pihak Iran menuntut konflik antara Israel dengan Hizbullah di Lebanon untuk dihentikan.

Sentimen tersebut mendorong berbagai indeks saham global menghijau pada perdagangan Senin (25/05), dan membuat harga minyak koreksi yaitu WTI turun 6,30 persen dan Brent turun 7,40 persen.

Sebelumnya, pada perdagangan Senin (25/05) kemarin, bursa saham Eropa kompak menguat, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 1,87 ersen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,22 persen, indeks DAX Jerman menguat 2,01 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 1,76 persen.

Sementara itu, bursa AS Wall Street libur memperingati Memorial Day pada Senin (25/05).

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 266,19 poin atau 0,41 persen ke 64.892,00, indeks Shanghai melemah 30,45 poin atau 0,73 persen ke 4.122,12, indeks Hang Seng menguat 41,47 poin atau 0,16 persen ke 25.647,50, dan indeks Strait Times melemah 5,63 poin atau 0,11 persen ke 5.064,92.(ant/mar/iss/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ULM Kirim 18 Mahasiswa untuk KKN Internasional di Jepang Bersama Kitakyushu University
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Honda Prelude Laris Manis di Indonesia, Jumlah Pesanan Lampaui Kuota 2026
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
10 Link Twibbon Idul Adha 2026 yang Kekinian, Bisa Langsung Tambahkan Foto
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Atur Standarisasi Kemasan Rokok, Kemenkes Diminta Perhatikan Dampak Masif Sosial-Ekonomi
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Peserta Piala AFF U-19 Mulai Tiba, Sumut Siap Jadi Tuan Rumah Ajang Asia Tenggara
• 7 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.