Trump: Uranium Nuklir Iran Akan Dibawa ke Amerika Serikat

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkap rencana kontroversial terkait program nuklir Iran dengan menyatakan uranium hasil pengayaan milik Teheran bisa dibawa langsung ke Amerika Serikat untuk dihancurkan.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social. Trump menegaskan material nuklir Iran tidak boleh lagi berada di bawah kendali Teheran setelah proses negosiasi perang berlangsung.

Baca Juga: Amerika Serikat Lancarkan Serangan Mendadak ke Iran Saat Gencatan Senjata Masih Berlaku

“The Enriched Uranium will either be immediately turned over to the United States to be brought home and destroyed,” tulis Trump, dikutip Selasa (26/5).

Selain dibawa ke Amerika Serikat, Trump juga membuka opsi penghancuran uranium dilakukan langsung di Iran atau di lokasi lain yang disepakati bersama.

Namun proses tersebut tetap harus berada di bawah pengawasan badan energi atom internasional.

Trump menyebut pemerintah Iran kemungkinan dapat dilibatkan dalam proses penghancuran tersebut.

Pernyataan ini menjadi sinyal baru bahwa Washington ingin memastikan Iran kehilangan akses terhadap stok uranium hasil pengayaan tinggi yang selama ini menjadi sumber kekhawatiran Barat.

Sebelumnya, Trump juga menegaskan Amerika Serikat tidak akan berkompromi soal penguasaan uranium Iran.

“Kami mungkin akan menghancurkannya setelah mendapatkannya, tetapi kami tidak akan membiarkan mereka memilikinya,” ujar Trump pekan lalu di Oval Office.

Pemerintah Amerika Serikat kini memakai istilah “No dust, no dollars” dalam pembicaraan terkait kesepakatan dengan Iran.

Ungkapan itu merujuk pada sekitar 1.000 pon uranium dengan tingkat pengayaan tinggi milik Iran yang menurut Gedung Putih harus dimusnahkan sebelum Teheran mendapatkan keuntungan ekonomi dari kesepakatan perdamaian.

Isu program nuklir Iran sendiri masih menjadi salah satu hambatan terbesar dalam negosiasi antara Washington dan Teheran.

Selain soal uranium, kedua negara juga masih berselisih terkait pencabutan sanksi ekonomi, pencairan aset Iran, hingga keamanan kawasan Timur Tengah.

Pernyataan Trump tersebut diperkirakan akan memicu reaksi keras dari Iran karena menyangkut kedaulatan program nuklir nasional mereka.

Baca Juga: Senator Amerika Akui Negaranya Gagal Tekuk Iran: Mereka Justru Makin Kuat Setelah Perang

Selama ini, Iran berulang kali menegaskan program nuklirnya digunakan untuk kepentingan damai dan bukan untuk membangun senjata nuklir.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
10 Saham Top Gainer Perdagangan Senin 25 Mei 2026, Ada Dua Perusahaan Logistik
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Mengapa Universitas di Indonesia Perlu Dana Abadi seperti Harvard?
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Berkaca Pada Putusan MK soal Ambang Batas Presiden 0 Persen, GKSR Desak Perlakuan yang Sama di DPR
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Danantara Indonesia Trust Bakal Kantong 1% Total Dividen BUMN tiap Tahun
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Survei: Kekhawatiran terhadap AS meningkat di kalangan warga Kanada
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.