Ketimbang Terapkan Pajak Kendraaan, INDEF Lebih Sarankan Skema Pajak Progresif untuk Mobil Listrik, Potensinya Tembus Rp1,9 Triliun

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penerapan Kawasan Zona Rendah Emisi atau Low Emissions Zone (LEZ) dinilai memiliki potensi besar menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan bagi pemerintah daerah.

Hal ini menjadi alternatif yang lebih masuk akal dibandingkan wacana pengenaan pajak kendaraan listrik yang dikhawatirkan memperlambat adopsi kendaraan ramah lingkungan.

Head of Industrial and Transport Decarbonization INDEF Green Transition Initiative (GTI), Andry Satrio Nugroho, menyatakan bahwa penghentian insentif kendaraan listrik harus dihitung secara matang agar tidak mengganggu transisi energi di Indonesia.

Menurut kajian INDEF GTI, terdapat tiga opsi penerimaan alternatif yang bisa dikembangkan pemerintah daerah, yaitu:

Pertama, penerapan Low Emissions Zone (LEZ). Hanya di koridor Jalan Sudirman, Jakarta, kawasan ini berpotensi menghasilkan Rp383 miliar per tahun. Selain mendatangkan pendapatan, LEZ juga efektif meningkatkan kualitas udara. Potensi pendapatan akan semakin besar jika diterapkan di kawasan-kawasan lain.

Kedua, cukai emisi. Sektor ini diproyeksikan mampu menyumbang hingga Rp40 triliun per tahun bagi negara, bahkan melebihi gabungan cukai plastik dan minuman berpemanis, serta tiga kali lipat cukai alkohol. Pendapatan tersebut nantinya dapat dibagikan ke daerah melalui Dana Bagi Hasil (DBH) berbasis kinerja lingkungan.

Ketiga, pajak progresif berbasis kepemilikan kendaraan. Jika tetap ingin memajaki kendaraan listrik, INDEF menyarankan skema progresif untuk kepemilikan kedua dan seterusnya.

Data 2025 menunjukkan 66,2 persen kepemilikan kendaraan listrik adalah kepemilikan kedua, sementara kepemilikan pertama hanya 4 persen. Potensi penerimaan dari skema ini mencapai Rp1,9 triliun per tahun.

"Kepastian terkait waktu dan perhitungan ini perlu agar tidak membingungkan dunia usaha. Selain itu, adanya kepastian bisa menjaga minat masyarakat yang baru akan berpindah dari kendaraan bahan bakar fosil ke kendaraan listrik," ujar Andry beberapa hari lalu.

Pendekatan ini diharapkan dapat menyeimbangkan antara target pendapatan daerah dengan upaya percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tito Karnavian Ungkap TKD untuk Sumatra-Aceh Bertambah Rp10,6 triliun
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Respons Sultan Soal Viral Pembubaran Ibadah Jemaat Gereja di Bantul
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Gara-gara Gagal ke Liga Champions, AC Milan Pecat Allegri dan Tiga Petinggi Klub
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Toyota GR Yaris Dapat Penyempurnaan Baru Handling dan Kenyamanan
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Bastian Steel Punya Target Nikahi Sitha Marino Tahun Depan: Doakan!
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.