Macan Kemayoran menutup musim di posisi ketiga klasemen dengan koleksi 71 poin. Jumlah tersebut menjadi pencapaian terbaik Persija sejak kompetisi kembali menggunakan format penuh satu wilayah pada 2017.
Namun bagi Mauricio Souza, Persija sebenarnya punya peluang besar untuk finis lebih tinggi di klasemen. Ia menilai inkonsistensi saat bermain di kandang menjadi faktor utama yang membuat timnya kehilangan momentum dalam perburuan gelar.
“Mengenai musim ini, saya rasa kami seharusnya bisa tampil lebih baik saat bermain di kandang. Saya rasa itulah yang menentukan posisi akhir di kompetisi,” ujar Mauricio.
Menariknya, performa Persija justru sangat impresif ketika bermain tandang. Tim berjuluk Macan Kemayoran mampu menjadi salah satu tim away terbaik musim ini dengan torehan 34 poin hasil dari 11 kemenangan dan satu hasil imbang.
Catatan tersebut membuat Persija dinilai sebagai tim paling konsisten saat bermain di luar kandang sepanjang musim 2025/2026.
“Secara historis, tim yang bermain bagus di luar kandang biasanya memiliki keuntungan besar di kompetisi, dan kami adalah tim terbaik saat bermain tandang,” lanjut Mauricio.
Meski sama-sama meraih 11 kemenangan di kandang dan tandang, hasil minor di Jakarta menjadi penghambat besar langkah Persija. Mereka kehilangan banyak poin penting usai ditahan imbang Malut United, Bali United, Borneo FC, dan Dewa United.
Baca Juga :
Ungguli Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas Masuk Best XI Super League 2025/2026Tak hanya itu, Persija juga harus menelan dua kekalahan menyakitkan di kandang saat menghadapi Arema FC dan rival abadi mereka, Persib Bandung.
Mauricio bahkan menyebut timnya kehilangan sekitar 11 poin penting di kandang sendiri sepanjang musim ini.
“Kami meraih poin terbanyak di laga tandang. Namun, di kandang sendiri, kami kehilangan sekitar 11 poin,” katanya.
Selain faktor hasil kandang, Mauricio juga menyoroti sejumlah kartu merah yang diterima pemain Persija dalam beberapa pertandingan penting. Situasi itu dinilai cukup memengaruhi stabilitas permainan tim di momen-momen krusial.
“Belum lagi beberapa pertandingan di mana ada pemain kami yang terkena kartu merah, yang akhirnya merugikan kami,” tambah pelatih asal Brasil tersebut.
Meski gagal meraih trofi, Mauricio tetap memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain Persija. Di bawah arahannya, Macan Kemayoran berhasil menjalani salah satu musim terbaik klub dalam satu dekade terakhir.
Dengan raihan 71 poin, Persija resmi memecahkan rekor perolehan poin tertinggi klub di era Liga 1, melampaui pencapaian sebelumnya saat finis runner-up pada musim 2022/2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)





