"Orang Pendek juga Butuh Kerja", Ketika Syarat Fisik Jadi Nestapa Pencari Kerja Lulusan SMK...

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Map berwarna cokelat berisikan lamaran pekerjaan sudah berkali-kali dibawa para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) keluar dan masuk kantor, toko, restoran, bahkan pabrik.

Tak hanya secara langsung, para lulusan SMK itu juga tak pernah henti melamar pekerjaan lewat aplikasi online.

Namun hasilnya kerap nihil. Berbulan-bulan hingga tahunan, para lulusan SMK justru harus menelan pil pahit, karena tak pernah mendapat kesempatan untuk bekerja.

Para lulusan SMK seringkali gagal mendapat pekerjaan bukan karena nilai sekolah buruk atau kemampuan kerja yang kurang, melainkan fisik yang dianggap tak memenuhi syarat.

Baca juga: Bonus Demografi di Tengah Krisis Lapangan Kerja Berkualitas

Tinggi badan minimal, berat badan proporsional, hingga penampilan fisik tertentu masih menjadi tembok besar untuk sebagian lulusan SMK untuk masuk dunia kerja.

Di tengah sempitnya lapangan pekerjaan, syarat fisik dinilai menjadi ironi bagi pendidikan vokasi yang selama ini dijanjikan mampu mencetak lulusan siap kerja. Banyak anak muda merasa kesempatan mereka gugur bahkan sebelum kemampuannya diuji.

Hal itu lah yang dialami lulusan SMK bernama Friska (18) warga Jakarta Selatan yang seringkali gagal diterima pekerjaan, karena tinggi badannya yang kurang.

"Sebenarnya tergantung dari diri kita sendiri. Kalau saya merasa banyak kurangnya, seperti ada saja penghambat untuk diterima. Contohnya dari tinggi badan," ucap Friska ketika ditemui Kompas.com di kediamannya, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).

Baca juga: Tambah 1 Tahun Sekolah, Lulusan SMK Bisa Kerja ke Luar Negeri

Walk interview dari subuh

Ia bercerita, belum lama sempat mengikuti walk interview di minimarket asal Jepang yang juga menjual kopi dengan harga terjangkau.

Ketika walk interview, Friska sengaja datang dari subuh sekitar pukul 05.00 WIB, agar mendapat kesempatan bertemu Humas Resource Development (HRD) pertama.

Namun ternyata saingan Friska untuk melamar posisi barista sangat lah banyak dan membuatnya mengantre hingga sore hari.

Sayangnya, perjuangan Friska untuk mendapatkan posisi barista tersebut justru gagal hanya karena tinggi badan.

"Pas lagi interview ditanya tinggi badannya berapa, saya jawab 148 cm. Padahal idealnya harus 150-an cm lebih. Setelah itu langsung tidak lolos, padahal saya sudah masuk ke tahap interview kedua," sambung dia.

Baca juga: Tingkat Pengangguran Terbuka Jatim Turun, Lulusan SMK Tak Lagi jadi Penyumbang Tertinggi

Padahal, meski jurusannya ketika sekolah SMK adalah perhotelan, ia sudah memiliki pengalaman sebagai barista di salah satu coffe shop, meski hanya dua bulan.

Friska terpaksa meninggalkan pekerjaan lamanya itu karena gaji yang diterima sangat kecil, hanya sekitar Rp 1,5 juta per bulan.

Gajinya itu kerap kali tak menutupi pengeluaran untuk ongkosnya bekerja dan makan sehari-hari. Oleh sebab itu, ia memilih keluar.

Namun ternyata untuk mendapatkan pekerjaan lagi saat ini sangat lah sulit untuknya, hanya karena tubuhnya yang mungil.

Baca juga: Data Lengkap Lulusan SMK Jatim Kerja di Luar Negeri, Tulungagung Jadi Penyumbang Terbesar

Merasa tak adil

Adanya persyaratan fisik seperti tinggi badan untuk melamar kerja, dianggap tidak adil untuk dirinya.

"Tidak adil, karena orang pendek juga butuh kerja," kata dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Friska mengatakan, setiap orang tak bisa memilih untuk terlahir dengan bentuk tubuh seperti apa, sehingga jika fisik menjadi syarat mutlak untuk mendapat pekerjaan itu sama sekali tak adil.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemendag Mulai Lakukan Uji Tera SPKLU
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini 26 Mei 2026
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Dukung Pertumbuhan Investasi Syariah, Begini Strategi Sucor AM
• 7 menit laluidxchannel.com
thumb
Danantara Kaji Penutupan BUMN PT INTI, Pastikan Tak Ada PHK
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Rizky Ridho, Witan Sulaeman, Beckham Putra, hingga Marc Klok Dapat Hukuman Komdis PSSI Buntut Laga Panas Persija Vs Persib di Samarinda
• 9 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.