Grid.ID - Penyebab Calvin Dores dilarikan ke rumah sakit kini terungkap. Anak Deddy Dores ternyata didiagnosis penyakit ini.
Calvin Dores, putra mendiang musisi legendaris Deddy Dores, dilarikan ke Rumah Sakit dr. Suyoto, Veteran, Jakarta Selatan, pada Senin (25/5/2026).
Terbaru, terungkap penyebab Calvin Dores dilarikan ke rumah sakit. Anak Deddy Dores didiagnosis penyakit apa?
Calvin Dores dikabarkan harus menjalani perawatan intensif setelah mengalami serangan jantung. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh ibundanya, Dagmar C. Sunardi.
Dagmar mengungkapkan bahwa putranya mulai merasakan sesak napas sejak Minggu malam.
"Masuk rumah sakit tadi jam 11.00 WIB. Dari malam sudah merasa berat napasnya," ujar Dagmar saat dihubungi awak media, dikutip dari Kompas.com.
Dari hasil pemeriksaan awal menggunakan elektrokardiogram (EKG), tim dokter menyatakan Calvin mengalami serangan jantung. Selain itu, kondisi kesehatannya disebut semakin berat karena adanya dugaan penyumbatan pada bagian tertentu.
"Datang ke RS Suyoto Veteran, hasil EKG ada serangan jantung dan dicurigai ada sumbatan di jantungnya," lanjut Dagmar.
Sebelumnya, Calvin Dores sempat curhat ingin menjual matannya karena himpitan ekonomi.
"Ya saya bukan buat kehidupan sehari-hari, tapi lebih uang buat masa depan anak. Makanya saya mau jual mata saya ini," ujar Calvin Dores saat dihubungi melalui sambungan telepon, dikutip dari Bangkapos.com.
Calvin Dores mengungkapkan pernyataan mengejutkan mengenai kondisi kehidupannya saat ini. Ia mengaku keputusan untuk menjual bola mata bukan dibuat secara tiba-tiba, melainkan sudah dipikirkan matang-matang di tengah tekanan ekonomi yang semakin sulit.
Menurut Calvin, langkah tersebut didasari rasa tanggung jawab sebagai seorang ayah yang ingin memastikan istri dan anak-anaknya tetap dapat bertahan menghadapi kondisi hidup saat ini.
Ia juga meluruskan pandangan publik yang mengira dirinya memperoleh warisan besar dari sang ayah, almarhum Deddy Dores. Calvin menegaskan dirinya tidak menerima harta maupun aset peninggalan dari musisi tersebut.
Deddy Dores sendiri dikenal sebagai musisi senior Indonesia yang pernah membentuk grup musik Rhapsodia dan Super Kid, serta bergabung dengan God Bless.
Namanya juga populer sebagai pencipta sejumlah lagu hit untuk Nike Ardilla dan beberapa penyanyi ternama lainnya. Ia meninggal dunia pada 17 Mei 2016 akibat penyakit jantung.
Calvin mengatakan kehidupan yang dijalaninya sekarang sangat berbeda dibanding masa kecilnya ketika sang ayah masih berjaya di industri musik. Ia pun mengaku sedih melihat anak-anaknya harus tumbuh di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas.
"Udah bulat Mas, karena saya gak mau melihat istri dan anak saya kesusahan. Ya saya pasti bandingin lah ketika saya kecil kehidupan saya gimana dengan anak saya sekarang, kehidupannya jauh berbeda. Saya merasa jadi ayah yang gagal ketika melihat anak saya, kehidupannya tuh jauh dari kata kurang," ungkap Calvin Dores dengan nada sedih, dikutip dari WartaKotalive.com.
Sebelum mengambil keputusan ekstrem tersebut, Calvin menyebut dirinya sudah berupaya mencari penghasilan dari berbagai jalur, terutama di industri kreatif. Ia masih aktif menjual karya lagu serta bekerja di beberapa bidang, namun tingginya kebutuhan hidup membuatnya kesulitan menabung untuk masa depan keluarga.
"Saya kerja mah udah kok. Saya jual lagu dan sebagainya, cuma ya kebutuhan hidup sekarang tinggi. Jadi, saya enggak ada uang buat masa depan anak," jelasnya.
Rencana Calvin Dores untuk menjual bola matanya disebut mendapat penolakan dari sejumlah pihak, termasuk teman-teman sesama pekerja seni yang berusaha memberi masukan agar ia mengurungkan niat tersebut. Beberapa figur publik hingga tokoh politik juga dikabarkan sempat menghubunginya guna mengetahui kondisi yang sebenarnya sedang dihadapi.
Meski demikian, Calvin menegaskan dirinya tidak ingin terus bergantung pada bantuan orang lain. Ia memilih mencari solusi sendiri walaupun keputusan yang diambil tergolong berat dan berkaitan dengan kondisi fisiknya.
"Saya bukan tipikal orang yang minta-minta Mas. Saya enggak mau merepotkan banyak orang, enggak mau dikasihani. Jadi, saya memilih langkah ini," tegasnya.
Calvin juga mengaku kondisi mentalnya sedang berada di titik terendah akibat tekanan ekonomi yang terus membebaninya.
"Jujur, kondisi saya sekarang sudah depresi banget lah. Makanya saya mau jual mata. Saya sudah tahu seisi dunia seperti apa, apa yang perlu saya lihat lagi? Kalau mata saya hilang satu juga gak masalah kok," ucapnya.
Saat ini, ia membuka peluang bagi siapa pun yang membutuhkan donor mata untuk menghubunginya. Calvin bahkan tidak menetapkan harga pasti, selama tindakan tersebut dapat membantu keberlangsungan hidup keluarganya.
"Selama ini saya berusaha sendiri. Kalau memang mata saya laku dan berguna biar orang bisa melihat, hubungi saya aja mau bayar berapa," pungkasnya. (*)
Artikel Asli




