Pemulangan Relawan Global Sumud Flotilla Jadi Bukti Efektivitas Diplomasi RI

suarasurabaya.net
6 jam lalu
Cover Berita

Fraksi Partai Gerindra DPR RI menilai keberhasilan pemerintah memulangkan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menjadi bukti nyata kuatnya diplomasi Indonesia di tengah situasi konflik internasional yang sensitif.

Budisatrio Djiwandono Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI mengatakan keselamatan WNI di luar negeri harus selalu menjadi prioritas negara, terutama bagi warga yang sedang menjalankan misi kemanusiaan.

“Kami mengapresiasi langkah cepat pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri RI, yang berhasil memastikan sembilan WNI dapat kembali ke Indonesia dengan selamat. Ini menunjukkan bahwa negara hadir dan sigap melindungi warganya di situasi apa pun,” ujar Budisatrio dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, proses pemulangan yang berlangsung relatif cepat tidak lepas dari efektivitas komunikasi diplomatik Indonesia dengan sejumlah negara sahabat di kawasan Timur Tengah.

“Koordinasi lintas negara menjadi faktor penting dalam penanganan kasus ini. Kami juga berterima kasih kepada Turki, Mesir, dan Yordania yang turut membantu proses komunikasi dan diplomasi di lapangan,” katanya.

Soal dugaan tindakan represif yang dialami para relawan selama masa penahanan, Budisatrio menegaskan bahwa segala bentuk perlakuan yang bertentangan dengan hukum humaniter internasional tidak dapat dibenarkan.

“Kami mengecam segala bentuk kekerasan maupun tindakan yang melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan internasional terhadap para relawan. Misi kemanusiaan seharusnya mendapat perlindungan, bukan intimidasi,” tegasnya.

Sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio memastikan Fraksi Gerindra akan terus mendukung langkah pemerintah dalam memperjuangkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina, termasuk mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi damai.

“Komitmen Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina tidak pernah berubah. Kami mendukung solusi dua negara atau two-state solution sebagai jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” tutupnya.(faz/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siapkan Dana Rp 60 Triliun untuk Bencana Sumatra, Purbaya: Tak Dipakai Semua 
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Miris, Komplotan Maling Motor di Kalideres Jakbar Gunakan Uang Hasil Curian untuk Pesta Sabu
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Jasamarga Bali Tol Bukukan Pendapatan Rp216,4 Miliar, Naik 10,53%
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Angkat Bicara soal Pengakuan Mama Yasinta Moiwend, Dandhy Laksono: Kita Tak Pernah Benar-Benar Tahu apa yang Dialaminya
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini 26 Mei 2026
• 10 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.