Polije Resmi Kukuhkan Guru Besar Baru Bidang Ternak Puyuh

eranasional.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jember, ERANASIONAL.COM – Politeknik Negeri Jember (Polije) resmi mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Rosa Tri Hermawati, M.Si., IPM., ASEAN Eng. sebagai guru besar di GOR Perjuangan ’45, Selasa (26/5/2026). Langkah strategis pengukuhan profesor bidang ternak puyuh ini bertujuan memperkuat pilar ketahanan pangan nasional melalui inovasi protein hewani.

Direktur Polije Saiful Anwar, M.P., berharap kepakaran baru ini mampu melahirkan solusi konkret bagi ketersediaan pangan di masyarakat luas. Melalui pemikiran teoretis yang matang, guru besar baru ini mengemban tanggung jawab besar untuk memajukan sektor peternakan unggas daerah.

“Kepakaran beliau di bidang ternak puyuh harapannya mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan kampus dan masyarakat,” ujar Direktur Saiful Anwar.

Pihak manajemen kampus memanfaatkan momentum ini untuk memacu para pengajar lain agar ikut melahirkan riset pangan yang aplikatif. Kehadiran profesor baru terbukti ampuh mendongkrak semangat akademisi lain untuk segera mengurus kenaikan jabatan fungsional mereka.

“Pengukuhan ini juga menjadi motivasi bagi dosen bergelar doktor untuk mempercepat pencapaian jabatan akademik profesor,” sebut Saiful.

Melalui penguatan riset pangan berbasis teknologi vokasi, Polije optimis mampu menaikkan nilai tawar institusi pada level nasional. Target besar ini menjadi komitmen bersama seluruh sivitas akademika demi menyongsong kemandirian lembaga pada masa depan.

“Penambahan profesor menjadi salah satu modal strategis Politeknik Negeri Jember dalam mewujudkan target transformasi menuju PTNBH pada 2029,” tambah Saiful.

Sementara itu, Prof. Rosa Tri Hermawati menegaskan komitmennya untuk mengabdi penuh pada pengembangan pangan alternatif yang murah dan bergizi tinggi. Beliau merasa bersyukur karena berhasil meraih gelar tertinggi ini setelah melalui perjuangan administrasi yang cukup panjang.

“Capaian profesor ini menjadi berkah melimpah sekaligus kesempatan besar untuk terus berkarya bagi kemajuan kampus,” ungkap Prof. Rosa Tri Hermawati.

Rosa mengunggulkan komoditas puyuh yang telah ia teliti sejak tahun 2008 sebagai solusi taktis penopang kemandirian pangan masyarakat bawah. Jenis unggas kecil tersebut memiliki masa panen yang relatif cepat serta tidak membutuhkan lahan pemeliharaan yang terlalu luas.

“Puyuh memiliki potensi besar untuk dikembangkan, meski bukan ternak utama seperti ayam petelur maupun pedaging,” jelas Rosa.

Oleh karena itu, ia mendorong hilirisasi riset puyuh agar langsung menyentuh para peternak lokal demi menjaga kestabilan pasokan gizi harian. Hubungan timbal balik antara dunia pendidikan dan sektor riil akan mempercepat kedaulatan pangan berkelanjutan di Indonesia.

“Kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan industri menjadi kunci utama agar hasil riset akademik menguntungkan masyarakat,” pungkas Rosa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Beasiswa Kuliah Gratis di Australia untuk WNI
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Dinas KPKP DKI: 68.048 Ekor Hewan Kurban Bakal Dipotong di Jakarta
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
30 Ucapan Iduladha 1447H/2026 Penuh Doa dan Makna untuk Keluarga hingga Sahabat
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Ratu Volinya Indonesia, Megawati Hangestri Dapat Pujian Setinggi Langit dari Media Korea
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Purbaya Ungkap Dugaan Manipulasi Ekspor Batu Bara dan CPO
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.