JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan penyembelihan hewan kurban di Masjid Istiqlal akan dilakukan dengan sistem higienis dan tidak mencemari sungai maupun lingkungan sekitar.
“Tidak ada satu tetes pun darah atau limbah yang masuk ke sungai. Semua sudah disiapkan dengan sistem pengelolaan yang baik,” ujar Nasaruddin di Jakarta, Selasa (26/5/2026), dikutip dari Antara.
Dia menuturkan Masjid Istiqlal memiliki fasilitas penyembelihan modern dan higienis dengan kapasitas besar.
Dalam satu waktu, proses penyembelihan dapat dilakukan di beberapa titik sekaligus, bahkan mampu menyembelih hingga 200 ekor dalam satu hari.
Baca Juga: Menag: Iduladha di Masjid Istiqlal Jadi Model Penyelenggaraan Kurban Asia Tenggara
Di samping itu, Nasaruddin memastikan seluruh limbah penyembelihan dikelola dengan baik sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar masjid.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan, dalam perayaan Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut mengusung tema Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan.
Tema tersebut sejalan dengan tema-tema besar Kementerian Agama tentang ekoteologi dan teologi cinta yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para khatib dan masyarakat muslim Indonesia untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan nilai-nilai kemanusiaan melalui ibadah kurban.
Dalam pesannya, Nasaruddin menekankan kepada jemaah agar menjaga kebersihan kawasan masjid dengan membawa pulang sampah masing-masing atau membuangnya pada tempat yang telah disediakan.
“Masjid Istiqlal baru saja mendapat penghargaan dunia karena dinilai efektif, efisien, tertib, dan bersih. Ini harus kita jaga bersama,” kata dia.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- menteri agama
- nasaruddin umar
- penyembelihan hewan kurban
- masjid istiqlal
- iduladha
- kurban di masjid istiqlal





