Said Didu Dinilai Tuduh Jokowi Jadi Biang Kerok Pemadaman Listrik di Sumatera

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pegiat media sosial Zulfery Yusal Koto atau akrab disapa Ferry Koto menilai pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu seolah menuduh pemadaman listrik massal (blackout) di Sumatera merupakan kesalahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu disampaikan Ferry menanggapi pernyataan Said Didu yang menduga blackout terjadi akibat berkurangnya pembangunan infrastruktur listrik oleh PT PLN (Persero) selama 10 tahun terakhir.

“Pagi-pagi baca twit ini, dan bisa ditebak, pasti maksudnya ini salah Jokowi kan? Orangnya sudah tidak menjabat bang, dibicarakan terus. Apa masih kangen dengan pemerintahan beliau? Sekarang lho era Pak Prabowo,” tulis Ferry di akun X pribadinya, dikutip Selasa (26/5).

Ferry kemudian meluruskan bahwa justru di era Jokowi pembangunan infrastruktur kelistrikan dilakukan secara masif.

“Infrastruktur kelistrikan yang paling gencar membangun itu ya Presiden Jokowi. Kapasitas terpasang saja melonjak drastis, sampai oversupply di beberapa wilayah. Sumatera terinterkoneksi juga di era Jokowi, Sulawesi kampung abang juga. Total 73 ribu kilometer sirkuit lebih saluran tol listrik dibangun (SUTET, SUTT),” jelasnya.

Ia menambahkan, rasio elektrifikasi di era Jokowi melonjak hingga 99 persen, sehingga hampir seluruh daerah di Indonesia sudah teraliri listrik, termasuk wilayah 3T, baik yang terhubung ke jaringan PLN maupun sistem off-grid.

“Salam dari Pemantau PLN, yang makin jelek karena makin banyak yang tak kompeten menjabat di organisasi mereka,” pungkas Ferry.

Sebelumnya, Said Didu menilai blackout di Sumatera berpotensi menjadi titik awal terbongkarnya masalah di PLN. Menurutnya, penyebab pemadaman diduga karena berkurangnya pembangunan infrastruktur listrik selama satu dekade terakhir.

Baca Juga: Sekam Padi Jadi Energi, PLN EPI Perkuat Cofiring PLTU Indramayu

Baca Juga: Polri Bantu Amankan PSN Ketenagalistrikan PLN di Bekasi

“Kejadian padamnya listrik (blackout) di Sumatera bisa jadi titik awal masalah PLN yang mulai terbuka. Penyebabnya diduga karena berkurangnya secara drastis pembangunan infrastruktur oleh PLN selama 10 tahun terakhir,” tulis Said Didu di akun X pribadinya.

Ia mendorong pemerintah segera mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak meluas ke daerah lain. "Ini perlu langkah “darurat” agar kejadian tersebut tidak meluas ke daerah lain," tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arab Spring dan Sejarah Kegagalan Transisi Demokrasi di Timur Tengah
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Komdigi Bakal Perluas Uji Coba Digitalisasi Bansos Agar Tepat Sasaran
• 27 menit laluidxchannel.com
thumb
Asmo Sulsel Gelar Final Technical Skill Contest 2026, Uji Kompetensi Mekanik dan Service Advisor AHASS Terbaik
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Fabio Lafundes Curhat di Medsos: Harusnya Borneo FC Juara! Gelandang Persib Bandung Thom Haye Lontarkan Sindiran
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Denny Sumargo Tegur Netizen yang Diduga Giring Opini ke Olivia Allan
• 5 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.