Redakan Konflik, Warga Adonara Serahkan 192 Pucuk Senjata

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

KUPANG, KOMPAS - Konflik horizontal antarwarga yang terjadi selama berbulan-bulan di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, berangsur reda. Warga secara sukarela menyerahkan senjata api rakitan maupun senjata tajam yang mereka gunakan selama konflik berlangsung. Pemerintah daerah dan masyarakat setempat berharap agar konflik tidak terulang lagi.

"Setelah kami melakukan pendekatan, mereka menyerahkan senjata itu secara sukarela. Kali ini, jumlahnya 140 buah senjata, terdiri atas senjata tajam dan senjata api rakitan," kata Kepala Bidang Humas Polda NTT Komisaris Besar Henry Novika Chandra melalui sambungan telepon, Selasa (26/5/2026).

Penyerahan ini merupakan lanjutan dari penyerahan senjata pekan lalu, yakni sebanyak 52 pucuk. Dengan demikian, total 192 pucuk senjata api diserahkan kepada polisi. Penyerahan datang dari kedua pihak yang bertikai.

Menurut Henry, penyerahan senjata menunjukkan adanya niat baik di antara pihak yang bertikai, yakni warga Desa Narasaosina, Desa Saosina, dan Desa Waiburak. Sebelumnya, konflik yang terjadi selama berbulan-bulan itu diwarnai dengan pembakaran rumah penduduk. Konflik terbuka dilatarbelakangi oleh sengketa lahan.

Hingga kini, pasukan gabungan masih siaga di perbatasan kedua desa. Selain personel Polres Flores Timur, Polda NTT juga mengirimkan parsonel Brigade Mobil untuk ikut mengamankan lokasi konflik. Setelah kondisi benar-benar aman, pasukan akan ditarik kembali ke markas.

Henry mengatakan, pendekatan persuasif melalui kerja intelijen terus diintensifkan ke berbagai kalangan masyarakat. Tokoh penting terus didekati. Kesadaran untuk hidup berdampingan secara damai diingatkan agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi di masa yang akan datang.

Kepala Polres Flores Timur Ajun Komisaris Besar Adhitya Octorio Putra menambahkan, seusai penyerahan, personel gabungan langsung melakukan pengecekan fisik dan pendataan terhadap barang bukti. Selanjutnya, senjata itu akan dimusnahkan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga perdamaian, tidak mudah terprovokasi, dan mendukung upaya rekonsiliasi demi terciptanya keamanan yang berkelanjutan di Adonara Timur,” katanya.

Serial Artikel

Teater Damai dari Pulau Pembunuh

Perempuan Adonara yang trauma akan perang bangkit mengampanyekan pesan damai lewat teater. Pesan damai di Adonara, pulau yang oleh antropolog Eropa disebut pulaunya para pembunuh.

Baca Artikel
Hentikan kekerasan 

Sejumlah masyarakat menyambut baik penyerahan senjata. Hal ini menandakan adanya perdamaian di antara pihak-pihak yang bertikai. Pertikaian yang terjadi mempengaruhi situasi keamanan di Pulau Adonara. Geliat ekonomi lokal juga ikut lesu.

"Lokasi konflik berada tidak jauh dari Waiwerang yang menjadi jantung ekonomi masyarakat di sana. Ketika terjadi saling serang, pergerakan orang ke Waiwerang terhenti. Jadi bukan hanya merugikan kedua pihak, tetapi sebagian besar orang di Adonara," kata Vinsen Arakian (40), salah satu warga.

Kendati sudah dilakukan penyerahan senjata, Vinsen belum begitu yakin bahwa keamanan akan pulih seperti dulu. Ia pun mendorong pemerintah agar menyelesaikan akar persoalan sampai tuntas, yakni sengketa lahan. Jika hal itu tidak diselesaikan, konflik berpotensi terulang lagi.

Dalam video yang diperoleh Kompas, Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen dan Wakil Bupati Flores Timur Ignasius Boli Uran turun langsung ke lokasi untuk menyelesaikan konflik. Keduanya mengingatkan warga bahwa kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah.

Mereka juga menggugah kesadaran warga mengenai falsafah hidup orang Adonara seperti 'kakan dike, arin sare'. Artinya, hidup seperti kakak dan adik yang saling mencintai dan menyayangi. Relasi hidup yang tidak saling melukai.

Antonius dan Ignasius juga secara tegas menyampaikan bahwa negara tidak akan menanggung dampak kerusakan yang timbul dalam konflik itu. Pasalnya, pemerintah sudah berulang kali mengingatkan pihak yang bertikai.

Serial Artikel

Tanda Tangan Perjanjian Damai di Adonara, Apa Jaminannya?

Kedamaian tidak sebatas di atas kertas. Kedamaian haruslah bersumber dari hati.

Baca Artikel


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nasib Kelam Emil Audero: Cremonese Kembali Degradasi Meski Tampil Gemilang di Serie A
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Kelola Limbah Penyembelihan, Idul Adha Tambah Khidmat
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Polda Lampung Terapkan Patroli Barcode Cegah Kriminalitas, Aktivitas Polisi Dipantau Real Time
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Temui Megawati, Dubes Palestina Cerita Nyawa Ibu-Anak Hilang karena Israel
• 22 jam laludetik.com
thumb
Kelakuan Bani Israil Menyalahkan Tuhan Saat Hidup Sempit
• 11 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.