Nilai Tukar Rupiah Selasa Pagi Rp17.749 per Dolas AS

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Nilai tukar rupiah pada Selasa (26/5/2026) pagi bergerak melemah 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp17.749 dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.744 per dolar AS.

Muhammad Amru Syifa Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) menilai pelemahan kurs rupiah seiring meningkatnya permintaan aset safe haven dan ekspektasi suku bunga tinggi Amerika Serikat yang diperkirakan bertahan lebih lama.

“Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan masih berada dalam tekanan di kisaran Rp17.750 – Rp17.800 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi kuatnya dolar AS global seiring meningkatnya permintaan aset safe haven dan ekspektasi suku bunga tinggi Amerika Serikat yang diperkirakan bertahan lebih lama,” katanya di Jakarta, Selasa (26/5/2026) dikutip dari Antara.

Penguatan dolar AS tercermin dari indeks dolar AS (DZY) yang bergerak naik ke 99,10. Sentimen tersebut dipicu peningkatan ketidakpastian geopolitik perihal konflik dan negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran.

Selain itu, yang pelemahan juga dipengaruhi oleh sentimen pasar yang masih melihat peluang Federal Reserve mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi karena tekanan inflasi AS belum sepenuhnya mereda.

Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah juga membuat investor cenderung mengurangi aset berisiko dan beralih ke dolar AS sebagai aset aman.

“Kenaikan yield obligasi pemerintah AS serta tingginya volatilitas pasar global turut memberikan tekanan terhadap mata uang emerging market, termasuk rupiah,” ujar Amru.

Melihat dari sentimen domestik, tekanan terhadap rupiah berasal dari melemahnya ketahanan sektor eksternal Indonesia yang tercermin dari defisit transaksi berjalan yang melebar menjadi 4,01 miliar dolar AS pada kuartal I-2026, dibandingkan 0,15 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pelebaran defisit tersebut terjadi seiring menyusutnya surplus perdagangan Indonesia menjadi 7,98 miliar dolar AS dari sebelumnya 13,07 miliar dolar AS, di tengah perlambatan ekonomi global serta tingginya kebutuhan impor energi dan barang modal yang mendorong peningkatan permintaan dolar AS di pasar domestik,” ungkap dia.(ant/mar/iss/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selain Ibadah Haji, Ternyata Raffi Ahmad Hadiri Acara Penting Ini
• 18 jam lalucumicumi.com
thumb
Per 2 Juni SPPG Bakal Kena Suspend Mayor Jika Tak Layani Minimal 300 Penerima Manfaat 3B
• 5 jam laludisway.id
thumb
Perkuat Pendampingan, Unhas Targetkan Juara Umum PIMNAS 2026 dan Dorong Semangat Kewirausahaan Mahasiswa
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Baterai Besar dan Tahan Air Jadi Tren Baru di Ponsel, Buruan Gen Z
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Hati-Hati Modus Hipnotis Anak Sekolah untuk Curi Barang, Pelaku Banyak Bertanya untuk Buat Korban Bingung
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.