jpnn.com - JAKARTA - Aparatur sipil negara pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (ASN PPPK) butuh jaminan pensiun. Bukan hanya kenaikan gaji semata.
Ketua Forum Komunikasi PPPK (FKPPPK) Jawa Timur Nurul Hamidah mengatakan bahwa tak sedikit PPPK yang mendekati batas usia pensiun (BUP).
BACA JUGA: ASN PPPK Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Menyejahterakan Guru Indonesia
Itu menjadi masalah utama bagi PPPK karena sampai sekarang regulasi yang mengatur dana pensiun ASN belum ada.
"Aturan yang berlaku sekarang hanya untuk PNS, sedangkan PPPK tidak ada," kata Nurul kepada JPNN, Selasa (26/5).
BACA JUGA: Pemda Buka Rekrutmen Tendik & GTT Non-ASN, PPPK Paruh Waktu Protes Keras
Tidak adanya jaminan pensiun itulah yang mendorong banyak PPPK berjuang untuk alih status ke PNS.
Seorang guru PPPK yang puluhan tahun menjadi honorer digaji rendah, setelah diangkat menjadi PPPK, bisa jadi hanya sekejap menikmati madunya ASN. Itu pun kualitas madunya tidak sebaik yang dirasakan PNS.
BACA JUGA: Kabar Gembira untuk Pegawai SPPG Berstatus ASN PPPK
"Guru PPPK dan PNS kesejahteraannya timpang, padahal beban kerjanya sama, bahkan lebih berat," kata Nurul.
Guru PPPK juga masih harus dihadapkan dengan adanya dikotomi PNS dan PPPK. Wajar saja guru PPPK kemudian merasa seperti honorer yang memiliki NIP.
FKPPPK, lanjutnya, sejak awal berjuang tidak menuntut yang neko-neko. Tidak menuntut diangkat PNS, tetapi hanya minta kontrak kerjanya disamakan hingga pensiun.
Artinya, kontraknya dituliskan sampai BUP. Bukan lagi menuliskan angka 1, 3, atau 5 tahun, karena akan membuat PPPK bekerja dalam suasana tertekan dan waswas.
FKPPPK juga berharap PP dana pensiun dan revisi UU ASN 2023 segera difinalkan dan diterbitkan, sebagaimana secara tersurat telah disampaikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.
Nurul mengatakan, FKPPPK mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan ASN baik PNS maupun PPPK diapresiasi FKPPPK.
Namun, akan lebih baik bila Prabowo juga memikirkan jaminan pensiun bagi PPPK.
Jika semuanya itu terealisasi dan didukung harga-harga kebutuhan pokok terkendali, FKPPPK yakin Presiden Prabowo makin dicintai.
"Terealisasinya harapan kami bukti bahwa pemerintah masih menjadikan guru sebagai profesi yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak bangsa, menjadi pilar bagi terwujudnya generasi Indonesia Emas," tuturnya.
Dukungan para guru kepada Presiden Prabowo, tambah Nurul, dibuktikan dengan menyukseskan semua program prioritas terutama sektor pendidikan untuk mencapai generasi emas.
FKPPPK mengapresiasi program Presiden Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan guru.
"Namun, PPPK paruh waktu baik guru maupun tenaga kependidikan atau pelayan operasional jangan dilupakan juga," kata Nurul. (esy/jpnn)
Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Mesyia Muhammad




