New York: Di tengah hiruk pikuk kawasan Manhattan, The National September 11 Memorial & Museum berdiri sebagai simbol duka dan penghormatan atas salah satu tragedi terbesar dalam sejarah modern Amerika Serikat. Tempat ini menjadi pengingat abadi atas serangan teroris kelompok Al-Qaeda pada 11 September 2001 yang mengguncang United States dan dunia internasional.
Museum dan monumen peringatan tersebut dibangun di kompleks bekas World Trade Center, lokasi runtuhnya Menara Kembar atau Twin Towers setelah ditabrak pesawat yang dibajak dalam serangan teroris 9/11.
Salah satu bagian paling emosional dari kawasan memorial adalah dua kolam besar berbentuk persegi yang dibangun tepat di bekas fondasi Menara Kembar. Air terus mengalir ke dalam lubang besar di tengah kolam, menciptakan suasana sunyi dan reflektif bagi para pengunjung.
Baca Juga :
Memorial Day 2026: Warga Nikmati Libur dan Diskon Besar di Times SquareSelain mengenang 11 September 2001 yang menewaskan total 2.977 orang, memorial ini juga didedikasikan bagi enam korban tewas dalam pengeboman World Trade Center pada 26 Februari 1993.
Pembangunan memorial dan museum dimulai tidak lama setelah tragedi terjadi.
Desain utama memorial merupakan karya arsitek Israel-Amerika, Michael Arad, yang bekerja sama dengan firma arsitektur lanskap Peter Walker and Partners. Mereka merancang kawasan memorial dengan konsep hutan kecil yang dipenuhi pohon swamp white oak dan dua kolam refleksi raksasa di titik berdirinya Twin Towers.
Baca Juga :
Lagi, Teror Penembakan Terjadi di White HouseSementara itu, museum resmi dibuka untuk publik pada Mei 2014. Peresmian dilakukan oleh mantan Wali Kota New York City, Michael Bloomberg, bersama Presiden Amerika Serikat saat itu, Barack Obama.
Kini, The National September 11 Memorial & Museum menjadi salah satu destinasi utama wisata sejarah di New York. Tempat tersebut tidak hanya menjadi ruang mengenang para korban, tetapi juga simbol ketahanan masyarakat Amerika dalam menghadapi tragedi yang mengubah arah sejarah dunia.




