Harga Emas Naik Lebih dari 1 Persen saat Prospek Damai AS-Iran Menguat

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Harga emas naik lebih dari 1 persen pada Senin (25/5/2026) seiring harapan tercapainya kesepakatan damai untuk mengakhiri perang Iran yang menekan dolar AS.

Harga Emas Naik Lebih dari 1 Persen saat Prospek Damai AS-Iran Menguat. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas naik lebih dari 1 persen pada Senin (25/5/2026) seiring harapan tercapainya kesepakatan damai untuk mengakhiri perang Iran yang menekan dolar Amerika Serikat (AS) dan harga minyak, sehingga meredakan kekhawatiran inflasi dan suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama.

Emas spot naik 1,34 persen menjadi USD4.570,31 per troy ons. Pasar AS tutup karena libur Memorial Day.

Baca Juga:
Mengintip Peluang Saham Consumer, Mana yang Paling Atraktif?

Pasar tetap optimistis meski AS dan Iran meredam peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat, setelah Presiden AS Donald Trump pada Sabtu mengatakan kedua negara pada dasarnya telah merundingkan nota kesepahaman untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Kedua pihak masih berselisih dalam sejumlah isu sulit yang harus diselesaikan guna mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan.

Baca Juga:
Selat Hormuz Berpotensi Dibuka dalam 30 Hari Jika Kesepakatan AS–Iran Tercapai

Pasar saham menguat, sementara harga minyak turun di bawah USD100 per barel dan menyentuh level terendah dalam dua pekan. Di sisi lain, dolar AS bertahan di sekitar level terendah satu pekan.

“Pergerakan aset keuangan saat ini sangat dipengaruhi harga minyak, dan harga emas juga tidak terkecuali,” kata analis UBS, Giovanni Staunovo, sebagaimana dikutip Reuters.

Baca Juga:
Wismilak (WIIM) Bagikan Dividen Rp104,4 per Saham, Cair 12 Juni 2026

“Penurunan harga minyak mendorong emas karena pasar memperkirakan dampaknya terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed),” imbuh Staunovo, seraya menambahkan bahwa tren tersebut diperkirakan berlanjut dalam waktu dekat.

Harga emas telah turun sekitar 14 persen sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari, tertekan oleh tingginya harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi serta prospek suku bunga AS yang lebih tinggi.

Pelaku pasar kini melihat peluang 40 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga AS sebesar 25 basis poin pada Desember.

Angka itu berubah tajam dibandingkan ekspektasi sebelum konflik pecah, ketika para ekonom memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini.

Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Ketua The Fed AS pada Jumat, di tengah momen penting bagi perekonomian Amerika, ketika lonjakan harga bensin akibat konflik Timur Tengah memicu inflasi dan menggerus sentimen konsumen.

Harga perak spot naik 2,5 persen menjadi USD77,41 per ons, platinum menguat 1,9 persen menjadi USD1.959,30, dan palladium naik 2,8 persen menjadi USD1.386,00. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harmansyah Ditunjuk Pimpin SC, Muprov VIII Kadin Sulsel Jadi Momentum Konsolidasi Dunia Usaha
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Kelolaan Emas BSI Regional Makassar Tembus 163 Kilogram, Berat Transformasi Digital Bulion Bank
• 19 jam laluterkini.id
thumb
Mahasiswa di Yogya Dianiaya Usai Makan di Warmindo, Polisi Buru Pelaku
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Presiden Iran Menolak Takluk dari Tuntutan Berlebihan AS dan Sekutunya
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Menag: Idul Adha ajak umat teguhkan semangat keikhlasan dan kepedulian
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.