JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan hasil analisis indikator iklim global terbaru menunjukkan adanya indikasi El Niño Condition di Samudra Pasifik.
Melansir analisis dinamika atmosfer sepekan ke depan di laman bmkg.go.id, kondisi tersebut terkonfirmasi melalui indeks Niño 3.4 sebesar +0,68 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -12,5.
Meski terdapat indikasi El Niño yang identik dengan penurunan curah hujan di sejumlah wilayah, BMKG menyebut dinamika atmosfer regional masih berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian utara.
Baca Juga: Peringatan Dini Hujan Lebat 27-28 Mei 2026, BMKG: Sejumlah Wilayah Siaga Cuaca Ekstrem
BMKG menjelaskan salah satu faktor pemicu cuaca tersebut berasal dari keberadaan bibit siklon tropis 99W yang diprakirakan berada di Samudra Pasifik utara Papua Nugini.
Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi dari Papua Barat hingga Teluk Cendrawasih, termasuk wilayah pesisir barat Papua Barat Daya dan sekitarnya.
Selain bibit siklon 99W, sirkulasi siklonik juga diprediksi muncul di beberapa wilayah lain, seperti Perairan barat Sumatra Barat, Samudra Hindia barat daya Banten, dan Laut Sulu.
Keberadaan sistem tersebut turut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Perairan barat Bengkulu, Perairan barat Sumatra Utara, serta wilayah di sekitar pusat sirkulasi.
Di sisi lain, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) diproyeksikan bergerak menuju fase 6 atau Western Pacific.
Aktivitas ini diprediksi masih aktif secara spasial di sejumlah wilayah, antara lain Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, serta wilayah utara Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Penulis : Dian Nita Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- bmkg
- bibit siklon tropis
- sepekan ke depan





