Sopir Truk Meninggal Dunia di Bangkalan, Diduga Microsleep hingga Tabrak Truk Lain

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Seorang sopir truk tangki Samator Indo Gas meninggal dunia setelah kendaraan yang dikemudikannya menabrak ekor truk pengangkut garam di Jalan Raya Desa Padurungan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Selasa (26/5/2026) dini hari.

Korban meninggal dunia diketahui berinisial ME (24), warga Dusun Terong Kulon, Desa Terong, Kecamatan Krian, Sidoarjo. Sementara kernet berinisial RR (23), warga Dusun Gado, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami luka berat berupa patah tulang di bagian kaki dan kini menjalani perawatan di RSUD Bangkalan.

Ipda Jauhari Kanit Laka Lantas Polres Bangkalan mengatakan, laka terjadi pada pukul 03.30 WIB dini hari. Ia menjelaskan, sopir diduga mengalami microsleep atau tertidur sesaat hingga akhirnya menabrak bagian belakang truk pengangkut garam yang sedang terparkir di bahu jalan di jalur yang sama. Saat itu, truk pengangkut garam yang tertabrak tengah berada di luar truk, sehingga tak ada korban jiwa dari pihak truk tersebut.

“Keduanya tertidur, kernet tadi kami tanyakan, dia itu tidur, tidak tahu. Jadi dugaan kami sopir itu kenapa mengarah berjalan ke arah kiri? Dugaan kami microsleep,” terang Ipda Jauhari saat on air di Radio Suara Surabaya Media, Selasa (26/5/2026).

Menurut laporannya, sopir truk samator tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian. Selanjutnya jenazah dievakuasi ke puskesmas setempat sebelum akhirnya kini sudah dibawa pihak keluarga. Adapun kedua truk saat ini sudah dievakueasi di Mapolres Bangkalan.

“Kendaraan sudah kita evakuasi di Mapolres, kedua kendaraan tersebut,” ujarnya.

Sebelum evakuasi oleh Polres Bangkalan, petugas dari Polsek Tanah Merah telah melakukan sejumlah penanganan. Ipda Jauhari mengaku, kedua pihak kepolisian berkoordinasi melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, dan menangani proses lanjutan kecelakaan tersebut.

Dalam keterangannya, akibat kejadian ini kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp2 juta.

Ipda Jauhari juga mengimbau para pengguna jalan untuk berhati-hati serta selalu mengecek kendaraan yang akan dikendarai guna kejadian serupa tak kembali terjadi.

“Imbauan kami kepada pengemudi atau pengguna jalan agar selalu ngecek kendaraannya. Terus yang kedua apabila ngantuk istirahat, jangan dipaksakan karena tidak tahu apa yang akan menimpa kita,” imbaunya.

Selain itu, ia mengingatkan kepada pihak perusahaan untuk memerhatikan kondisi pekerjanya dengan mengatur jadwal pengiriman barang, ataupun menerapkan sejumlah SOP terkait.

“Saran kami bagi pengemudi ataupun dari perusahaan, agar diatur juga jadwal pengiriman barangnya. Jadi ada cukup waktu untuk istirahat bagi pengemudinya, kalau bisa bergantian,” tandasnya,” tandasnya.(mar/iss/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Wukuf di Arafah, Cholil Nafis Ungkap Kabar Baik soal Jemaah Haji Indonesia
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Manipulasi Laporan demi Kasus Migor Lolos
• 9 jam laludetik.com
thumb
Tim Peserta Mulai Berdatangan, Gubernur Bobby Nasution Sukses Bawa Sumut Jadi Tuan Rumah AFF U-19
• 23 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Produksi Migas PHE Tertekan Akibat Gangguan di Blok Rokan hingga Penutupan Lapangan West Qurna
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Benar Jumlah SPPG MBG Akan Dipangkas? Ini Kata Purbaya
• 53 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.