Polisi Dalami Dugaan Pemilik Marwah Catering Pernah Terlibat Penipuan Tahun 2021

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Polisi mendalami informasi bahwa pemilik Marwah Catering Service RM (34) diduga pernah terlibat kasus penipuan pada 2021. Informasi itu kini menjadi bagian dari penyelidikan kasus dugaan penipuan yang menyeret pemilik jasa katering tersebut.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, penyidik masih mengumpulkan fakta untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Ya ini masih kami dalami informasinya. Itu juga bagian dari salah satu pertimbangan dari penyidik untuk melengkapi fakta-fakta daripada penyidikan. Nanti kami kabari lagi update-nya,” kata Andaru saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (26/5).

Selain mendalami dugaan kasus lama, polisi juga masih memburu pemilik Marwah Catering yang kini disebut menghilang setelah gagal memenuhi janji penyelenggaraan pesta pernikahan korban.

“Ya, pelaku berdasarkan penyidikan dan temuan dari penyidik saat ini pelaku sudah tidak ada di kantornya. Nah ini masih dalam penyidikan,” ujar Andaru.

Saat ditanya pihak yang diburu, Andaru memastikan polisi fokus mencari pemilik Marwah.

“Ya, tentunya pemilik dari tempat bekerja itu tadi ya,” ucap dia.

Hingga saat ini polisi telah memeriksa enam saksi. Penyidik juga akan memanggil penyedia gedung untuk memastikan apakah pihak Marwah benar sempat melakukan komunikasi terkait kebutuhan acara pernikahan korban.

Kasus ini mencuat usai pasangan Aldi (32) dan Feny (32) melaporkan dugaan penipuan Marwah Catering Service ke Polres Metro Jakarta Timur.

Sebenarnya, Marwah Catering Service awalnya hanya menyediakan jasa katering untuk acara seperti pesta pernikahan. Namun, dalam perjalanannya, Marwah Catering juga menawarkan jasa sebagai wedding organizer dengan paket wedding lengkap berbiaya murah, dengan range harga Rp 50 hingga Rp 80 juta per paket pernikahan.

Pasangan itu sebelumnya merencanakan resepsi pernikahan di Gedung Islamic Center, Kota Bekasi, pada Sabtu (23/5). Mereka mengaku telah membayar Rp 85,5 juta untuk paket pernikahan.

Namun saat hari acara tiba, vendor yang dijanjikan tidak datang. Dekorasi, katering, hiburan, fotografer, hingga videografer tak muncul. Akad nikah tetap digelar secara sederhana.

Sebelum acara berlangsung, korban sempat menemui pihak Marwah. Menurut polisi, pihak penyelenggara sempat menjanjikan ganti rugi. Namun setelah itu, pemilik Marwah disebut menghilang dan memutus komunikasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca Jabodetabek Saat Idul Adha 2026 Besok: Didominasi Cerah Berawan
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Didukung Danantara, PaDi UMKM Telkom (TLKM) Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Wanita di Bogor, Korban Dibuang dari Atas Tol Yasmin
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Kebakaran Ruko di Tanah Abang, 12 Unit Damkar Dikerahkan
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Ini Alasan BP BUMN Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat
• 11 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.